• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Putra Bupati Bone Korupsi Uang Raja Arab Saudi

Kamis, 18 Oktober 2012 02:20 WIB
Putra Bupati Bone Korupsi Uang Raja Arab Saudi
dok

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Rabu (17/10/2012), mengumumkan penetapan anggota DPRD Sulsel Andi Irsan Idris Galigo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Kasus yang menjerat putra sulung Bupati Bone ini adalah dugaan penggelapan dana perbaikan lahan dan jaringan irigasi di Bone.

Dana ini adalah bantuan dari Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, melalui hibah Islamic Development Bank (IDB) 2007 lalu senilai Rp 4.190.009.090.

Saat itu, pemenang tender dalam proyek tersebut adalah Direktur Utama PT Bumicon HM Arsyad Manma MBA yang ditunjuk langsung Andi Irsan Idris Galigo.

Dalam kasus proyek PLJIB itu, Irsan ikut menerima aliran dana senilai Rp 1.666.127.673, secara bertahap masuk ke rekening pribadinya.

"Ada dugaan tersangka menerima aliran dana proyek irigasi melalui rekening pribadinya secara bertahap hingga mencapai Rp 1,6 miliar," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari, saat mengumumkan penetapan tersangka Irsan.

Chevy juga menyebutkan, selain Irsan, Polda juga menetapkan empat tersangka lain di kasus yang sama. Polda segera memeriksa Irsan.

Penetapan tersangka ini hanya sehari pasca-penetapan Irsan sebagai calon bupati Bone dari jalur perorangan, bersama lima pasangan lainnya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone.

Atas nama Irsan, Juru Bicara Team ACC, Darwis Alhaj, mengatakan, pihaknya menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat hukum. "Kami menyerahkan semua proses hukum kepada kepolisian dengan berpedoman pada asas praduga tak bersalah," ungkapnya, saat ditemui di posko tim pemenangan ACCmi (tagline Irsan di Pilkada Bone).

PAW Golkar
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel ini berpasangan dengan Yuslim Patawari. Dalam perkembangan lain, DPD Golkar Sulsel ternyata sudah menyiapkan Andi Hatta Lantara, sebagai pengganti antar waktu (PAW) Irsan di DPRD Sulsel.

"Irsan sudah menentukan jalannya sendiri. Jauh hari sebelum ia ditetapkan tersangka, Golkar sudah mengusulkan pemberhentiannya. Kita serahkan saja pada hukum yang berlaku," kata Sekretaris DPD Golkar Sulsel Pangeran Rahim.

Menurutnya, sejak usul PAW Irsan dilayangkan oleh Golkar ke DPRD, status Irsan bukan lagi sebagai kader Golkar. Dia menyerahkan proses PAW Irsan pada mekanisme yang ada. Saat ini, proses PAW Irsan masih ada di KPU Sulsel.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1043792 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas