• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

DR Hasrullah: Khutbah AM Fatwa Tamparan Bagi Sulsel

Minggu, 28 Oktober 2012 14:47 WIB
DR Hasrullah: Khutbah AM Fatwa Tamparan Bagi Sulsel
Istimewa
AM Fatwa

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Khutbah Idul Adha 1433 Hijriyah Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Mappetahang (AM) Fatwa di lapangan Karebosi Makassar dua hari lalu, masih jadi perbincangan hangat.

Magnet khutbah AM Fatwa yang juga tokoh penentang orde baru itu jadi buah bibir akademisi dan politisi. Tak tanggung-tanggung, keluarga calon Gubernur incumbent Sulsel Nomor urut dua, Syahrul Yasin Limpo melayangkan protes terhadap "fatwa-fatwa" pria asal Bone itu.

Dosen Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar DR Hasrullah, mengatakan, makna khutbah AM Fatwa sebuah motivasi calon pemimpin Sulsel sekaligus tamparan atas tingginya angka kemiskinan di Sulsel.

"Saya berpikir, kita selalu positive thinking terhadap teks pidato A M Fatwa dengan judul Memilih Pemimpin Memilih Masa Depan. Tema ini sebaiknya memberi inspiratif bagi siapa saja yang ingin jadi pemimpin, termasuk menjadi Gubernur Sulsel," kata Hasrullah kepada Tribun Timur (Tribun Network), Minggu (28/10/2012).

Menjadi pemimpin sejati, kata Hasrullah, sebaiknya menjadi guru inspiratif yang selalu mendengarkan nasehat moral. Apalagi khutbah itu berasal dari seorang pendakwah dan tokoh reformis Indonesia. Jadi pemimpin harus lebih banyak menfungsikan hati nurani.

Misalnya, AM Fatwa, menyoroti penderitaan rakyat dan kemewahan pemimpin yang menyoal adanya rakyat yang terhimpit kemiskinan yang sangat paradoksal pejabat terlena dengan hedonisme. Sementara fakta dan data konkrit menunjukkan angka kemiskinan dan pengangguran di Sulsel masih cukup tinggi.

"Tengok data kemiskinan yang selalu meningkat setiap tahunnya. Bahkan angka kemiskinan ini menampar klaim prestasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang selama ini didengung-dengungkan. Data Bappenas menginfokan, ada 16 provinsi di Indonesia tingkat penurunan kemiskinan rata-rata 5,26 persen tapi di dalamnya tidak termasuk Provinsi Sulsel. Ini kan ironi, padahal tingkat pertumbuhan ekonomi Sulsel delapan persen atau di atas rata-rata nasional," jelas Hasrullah.

Data terakhir Bappenas ini mencengangkan data kemiskinan karena Provinsi Sulsel berada dibawah Provinsi Aceh, NTT, NTB, Papua, Papua Barat dan Sulbar. Belum lagi IPM Sulsel masih rendah. Sulsel masih di urutan 19 secara nasional.

Lebih lanjut, Hasrullah mengulas, khutbah AM Fatwa di Karebosi itu memang sangat pas untuk Pemprov Sulsel. Adanya data kemiskinan ini perlu didengar dan saatnya hati nurani para kandidat untuk empati dan mencarikan jalan keluar, agar data Bappenas ini menurunkan capaian prestasi yang diperoleh Pemprov Sulsel.

Apalagi syarat yang dikriteriakan AM Fatwa dalam khubahnya yakni, pemimpin yang cerdas, berwawasan luas, dan bisa dipercaya bukan lain kata lain perbuatan.

Baca Juga:


Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1076572 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas