• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Semiani, Anak Penjual Es Lulusan Terbaik Akper Riau

Selasa, 30 Oktober 2012 21:31 WIB
Semiani, Anak Penjual Es Lulusan Terbaik Akper Riau
TRIBUN PEKANBARU
Semiani diapit kedua orangtuanya seusai wisuda

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rahmadi

TRIBUNNEWS.COM, RENGAT - Misran (71), tak kuasa menahan haru ketika mengetahui putrinya, Semiani, menyandang lulusan terbaik dengan IPK 3,42 pada Wisuda Akademi Keperawatan (Akper) Dinas Kesehatan Provinsi Riau di Pematangreba, Senin (29/10/2012).

Sesekali ia mengusap air mata yang membasahi pipinya sambil mengucap syukur atas keberhasilan putrinya tersebut.

Meski sehari-hari bekerja sebagai penjual es sirup di Pasar Rakyat, Kota Rengat, dengan penghasilan pas-pasan, Misran mampu dan berhasil menyekolahkan ketiga putrinya hingga jenjang Diploma III.

Bahkan dua dari tiga putrinya tampil sebagai pemuncak di Akademi Keperawatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dalam dua tahun ini. Kini seluruh putrinya sudah menyelesaikan pendidikan dan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Alhamdulillah, keyakinan saya membuahkan hasil. Meski hanya pedagang es sirup dengan penghasilan pas-pasan, saya bisa menyekolahkan mereka hingga tuntas. Saya senang dan bangga dengan anak-anak," kata Misran didampingi istrinya, Ramsinarmi (61).

Misran mengatakan, ia memiliki tiga putri, bernama Semiati, Semiana dan Semiani. Semiati saat ini bekerja sebagai bidan di Puskesmas Kuala Cenaku. Sedangkan, Semiana perawat di RSUD Indrasari Rengat dan Semiani baru diwisuda awal pekan ini.

"Tahun lalu putri kedua saya Semiana juga tampil sebagai pemuncak di Akper ini," ungkapnya bangga.

Misran mengungkapkan, sebagai penjual es sirup di Pasar Rakyat, penghasilannya berkisar Rp 30-50 ribu per hari. Dengan penghasilan itu, rasanya tidak mungkin menyekolahkan anak hingga strata diploma, apalagi seluruhnya sekolah di Akademi Kebidanan dan Akademi Keperawatan dengan biaya lumayan besar.

"Kalau dilihat dari pekerjaan saya memang rasanya tidak mungkin bisa sekolahkan anak ke perguruan tinggi. Tapi saya punya keyakinan, anak-anak harus sekolah tinggi dan bisa mengubah nasib. Alhamdulillah, doa saya dikabulkan Allah SWT," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Misran menceritakan, perjuangan paling berat ketika ia menyekolahkan putri pertama dan kedua. Sebab, seluruh biaya harus ditanggung sendiri. Sedangkan untuk biaya kuliah putri ketiganya, Semiani, sudah dibantu kakak-kakanya yang sudah menjadi PNS.

Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1085741 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas