Bupati Jemur PNS Pemalsu Daftar Hadir

Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib, menjemur sekitar 40 pegawai negeri sipil (PNS) sekretariat daerah

Bupati Jemur PNS Pemalsu Daftar Hadir
Ilustrasi PNS yang dijemur

TRIBUNNEWS.COM  IDI – Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib, menjemur sekitar 40 pegawai negeri sipil (PNS) sekretariat daerah di halaman kantor tersebut, gara-gara ketahuan meneken daftar hadir, padahal tidak masuk kantor. Namun, karena tiba-tiba turun hujan gerimis, sanksi jemur itu pun berubah menjadi hukuman berdiri ala militer di ruangan beratap.

Sanksi untuk penegakan disiplin itu dijatuhkan Bupati Hasballah karena dia pergoki ramai PNS yang tidak masuk kantor sejak hari pertama aktif kembali kerja pascalibur Idul Adha 1433 Hijriah, tapi di dalam daftar hadir tekenan mereka terisi penuh.

Saat bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Camat Simpang Ulim dan Pante Bidari, Selasa (30/10), ia temukan lagi “penyakit” serupa. Bahwa banyak PNS di kecamatan itu yang tidak langsung masuk kerja pascalibur Idul Adha, tapi nekat membubuhkan tanda tangan di dalam daftar hadir.

Sesuai perintah bupati, Asisten I Setdakab Aceh Timur, Munir, dan Kabag Hukum, Iskandar langsung menindak para PNS yang indisipliner tersebut. Penindakan ditujukan kepada dua kelompok sekaligus. Pertama, para PNS yang pada hari sebelumnya tidak masuk kantor. Kedua, para PNS yang sudah nyata-nyata tidak masuk kantor, tapi nekat membubuhkan tanda tangan seolah-olah dia hadir.

Penerapan sanksi dimulai pukul 08.00 WIB, sesuai arahan Bupati Hasballah M Thaib alias Rocky. Sanksi tersebut baru akan berakhir apabila bupati menyatakannya sudah cukup. Tapi baru satu jam penjemuran itu berlangsung, mendadak dialihkan ke dalam ruangan beratap, karena sekitar pukul 09.00 WIB tiba-tiba turun “pertolongan dari atas” berupa hujan gerimis. Mereka diuntungkan karena hujan.

Setelah menjalani hukuman berdiri tegap beberapa jam, barulah para PNS itu diperkenankan masuk ke ruang kerja masing-masing. Namun, mereka tetap dikategorikan sebagai PNS yang indisipliner, sehingga terancam kehilangan tunjangan insentifnya.

Bupati Hasballah yang ditanyai Serambi mengatakan, ia hanya mendapati 62 PNS yang masuk kantor saat diabsen, sementara jumlah PNS di sekretariat itu 253 orang. Ini yang membuat bupati berang. Apalagi saat daftar hadir di sejumlah unit kerja diteliti secara saksama, ternyata terdapat 40 tanda tangan yang diteken belakangan untuk menutupi ketidakhadiran pada hari sebelumnya.

Hasballah mengatakan, sangat kecewa dengan sikap aparatur pemerintahan yang demikian. Terlebih karena mereka berdinas di sekretariat daerah, artinya sekantor dengan sang bupati.

“Saya telah beberapa kali menegaskan bahwa pegawai Kabupaten Aceh Timur berkantor di Idi, tapi saya hanya mendapati 62 PNS yang masuk kantor. Ke depan, saya tidak akan segan-segan mengambil tindakan ala militer terhadap para PNS di jajaran Pemkab Aceh Timur,” tegasnya.

Dia nyatakan bahwa PNS yang tidak disiplin sangatlah merugikan masyarakat, daerah, dan negara, mengingat gaji mereka dibayar oleh negara ataupun daerah yang tak lain merupakan uang rakyat. “Baju yang kalian pakai, gaji, dan fasilitas yang kalian terima semuanya dari uang rakyat. Jadi, jangan semena-mena dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat,” imbuhnya. (yuh)

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved