Sabtu, 22 November 2014
Tribunnews.com

AISKI Siap Sukseskan Ekspor Sayur Kepulauan Riau

Jumat, 2 November 2012 19:02 WIB

AISKI Siap Sukseskan Ekspor Sayur Kepulauan Riau
Istimewa
Perekayasa utama pada Pusat Teknologi Sumberdaya Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Agus Kristijono, mengamati pertumbuhan tanaman sayur-sayuran jenis kangkung dan bayam di kebun milik masyarakat di Desa Toapaya, Kabupaten Bintan - Kepulauan Riau, Jumat (12/10/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap membantu Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menyukseskan rencana ekspor berbagai sayur mayur ke Singapura.

“Ini momentum yang pas untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kita sudah punya teknologi pemanfaatan serbuk sabut kelapa (coco peat) untuk meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura di lahan kritis,” ujar Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari di Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Kerjasama AISKI–BPPT untuk penerapan teknologi pemanfaatan coco peat pada tanaman holtikultura ini, sudah ditandatangani antara Ketua Umum AISKI, Efli Ramli dengan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar, di Jakarta, 27 September 2012 lalu.

Menurut Ady, selain sebagai penyubur tanaman, coco peat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari.

Kandungan trichoderma molds-nya, sejenis enzim dari jamur, dapat mengurangi penyakit dalam tanah dan menjaga tanah tetap gembur dan subur.

Di dalam coco peat juga terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Kalium (K), Natrium (Na) dan Fospor (P).

“Selama ini petani di Pulau Bintan banyak mengeluh kesulitan bercocok tanam karena kondisi lahan yang berbatu dan berpasir. Oleh karena itu, AISKI menawarkan coco peat sebagai solusinya. Dengan bantuan coco peat, Kepulauan Riau dapat berjaya sebagai eksportir sayur terbesar untuk Singapura,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Riau, Said Ja'far di sela-sela pembukaan pameran holtikultura di Batam, Jumat (2/11/2012), menargetkan ekspor berbagai sayur hasil perkebunan Kabupaten Bintan ke Singapura mulai 2013.

Ia mengatakan, saat ini petani di Kabupaten Bintan mengembangkan delapan jenis sayuran yang akan diekspor ke negeri tetangga Singapura. Ke delapan jenis sayuran tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 50 hektare.

Mengutip data statistik Agri–Food & Veterinary Authority of Singapura (AVA), bahwa produk holtikultura Indonesia yang masuk ke Singapura saat ini baru mencapai 4 persen atau 21.105 ton dari seluruh impor sayur mayur yang masuk ke Singapura yang mencapai 487.336 ton per tahun.

Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas