• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Tribunnews.com

Aldi Dijerat Pasal Pemerkosaan Anak

Jumat, 2 November 2012 13:15 WIB
Aldi Dijerat Pasal Pemerkosaan Anak
(TRIBUN KALTIM/NIKO RURU)
Sejumlah tokoh Toraja bertemu Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi, Jumat (2/11/2012).

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -- Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi mengatakan, pihaknya akan menjerat Aldi, dengan ancaman hukuman yang terberat. Kasus pemerkosaan terhadap korban Sri Purwanti Salindingimantora alias Jeklin (14), akan dijadikan pasal sangkaan karena hukumannya lebih berat dibandingkan dengan kasus pembunuhannya.

“Ini harus kita berikan pencerahan kepada masyarakat. Ini ancaman hukumannya, penerapan pasal memang terbalik dengan perbuatan. Kalau dilihat memang pembunuhan itu lebih berat, kalau lihat perbuatannya lebih sadis yang membunuh.  Tetapi kalau dilihat pasalnya yang lebih berat malah kasus pemerkosaannya daripada pembunuhan. Ini karena anak-anak. Kalau anak-anak ada  UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” ujarnya, Jumat (2/11/2012) saat menerima tokoh-tokoh Toraja di ruangan kerjanya.

Ia mengatakan, perlu mengomunikasikan penerapan pasal ini. Terkadang masyarakat hanya mengacu pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP), melihat ancaman hukuman pembunuhan lebih berat daripada pemerkosaan.

“Mereka menyamakan dengan orang dewasa. Yang dilihat perbuatan bukan ancamannya. Ini kita menggunakan undang-undang perlindungan anak. Mungkin ini yang perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Secara umum Polisi belum menemui kendala dalam pengusutan kasus dengan tersangka tunggal Aldi. Pemeriksaan intensif terus dilakukan dan setiap perkembangan akan disampaikan kepada keluarga korban.

“Kami memeriksa ini-ini dan ini. Kalau keterangan kurang, kami bisa dibantu. Bersinergi supaya ini cepat. Mendingan ini kita sampaikan. Kalau ada informasi bisa disampaikan terbuka. Kalau masyarakat tidak perduli, kita setengah mati,” ujarnya.

Kapolres pada kesempatan itu juga menyampaikan belasungkawa. “Saya juga pernah merasakan seperti yang bapak-bapak rasakan. Bagaimana anak saya diperlakukan seperti ini, bagaimana sakitnya kerabatnya. Tapi bukan berarti di negara kita ini kalau dibunuh, dia harus dibunuh. Kita harapkan ini bisa diproses dengan baik. Kita sudah punya contoh, kita sudah tangani kasus seperti ini,” ujarnya.

Ia meminta para tokoh Toraja untuk bersinergi. Jika ada uneg-uneg yang ingin disampaikan sebaiknya melalui dialog, bukan dengan pengerahan massa. Kalaupun nantinya dalam proses penyidikan ada hambatan yang besar ditemui, pihaknya berjanji akan mengundang keluarga korban untuk gelar perkara selain mengundang kejaksaan dan pengadilan. “Tapi mudah-mudahan kasusnya tidak serumit yang terjadi,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri terkait persoalan dimaksud. “Manakala ada informasi yang membuat panas, dikomunikasikan kepada kami,” ujarnya.

Kaporles juga berjanji akan memprioritaskan penanganan kasus dimaksud. “Kita berdayakan penyidik fokus ke sini. Kita pun kalau sudah diterima kejaksaan, lega kita,” ujarnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1094522 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas