• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Kejari Desak PN Makssar Serahkan Salinan Putusan

Kamis, 8 November 2012 19:33 WIB
Kejari Desak PN  Makssar Serahkan Salinan Putusan
Kejari Logo

Laporan Wartawan Tribun Timur  Rudhy

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR, -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mendesak pihak Pengadilan Negeri (PN) Makassar segera menyerahkan salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) perihal vonis tiga tahun pidana penjara terhadap Direktur PT Asindo Jhon Luchman dan Direktur PT Karunia Sejati Frans Tunggono.

Pelaksana tugas Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Makassar Joko Budi Dharmawan mengaku, pihaknya siap menjalankan apa yang menjadi ketetapan putusan MA terkait kasus yang menimpah pemilik mal panakukang itu.

Namun untuk menjalankan perintah eksekusi atas putusan kasasi MA beberapa waktu lalu, pihak kejaksaan mesti menerima salinan putusan terpidana dari pihak pengadilan.

“Jadi sampai hari ini pihak kejaksaan belum menerima salinan putusannya. Makanya kami meminta kepada pihak pengadilan untuk segera mungkin menyerahkan berkas berkas salinan putusan terpidana agar kejaksaan bisa segera mungkin melakukan eksekusi terhadap Jhon dan Frans,” tegas Joko saat dimintai konfirmasi, Kamis (8/11/2012).

Diketahui, MA telah menjatuhkan pidana penjara kepada Jhon Luchman dan Frans Tunggono karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan terhadap korban yakni Direktur PT Roda Mas Baja Inti atas nama Jemmy Gautama dan David Gautama.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim MA yang terdiri dari hakim agung Sri Murwahyuni, Gayus Lumbun dan Artidjo Alkostar selama tiga tahun penjara pada kedua terdakwa terdaftar dengan nomor register perkara 871 K/PID/2012.

Sudah adanya salinan putusan MA terkait kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus penipuan yang dilakukan Jhon Luchman dan Frans Tunggoni itu diakui oleh panitera perkara atau kasus ini. Dari informasi Tribun diketahui kalau salinan putusan MA diterima pihak pengadilan sejak 5 November lalu.

Jhon Luchman dan Frans Tunggono merupakan pengembang kawasan bisnis di Panakkukang. Putusan MA yang menerima kasasi JPU dan menjatuhkann pidana tiga tahun penjara secara otomatis juga membatalkan putusan PN Makassar Nomor 337/Pid.B/2011/PN.Mks tertanggal 24 November 2011, yang menetapkan perkara ini dengan putusan onslag.  

Jhon Luchman dan Frans Tunggono pada tahun 2011 lalu diajukan ke pengadilan dengan dakwaan melanggar pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, akan tetapi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar yang diketuai Andi Makkasau berpendapat lain, dan menyatakan perkara ini onslag.

Onslag dalam putusan adalah majelis hakim menemukan adanya perbuatan melawan hukum, tetapi merupakan tindakan pidana. Putusan onslag inilah yang dibatalkan MA. Diketahui, keduanya terseret sebagai terdakwa karena melanggar perjanjian dalam pengadaan material baja dan wiremesh dalam pembangunan Mall Panakkukang dengan PT Roda Mas Baja Inti, yang hingga kini nilainya ditaksi mencapai Rp108 miliar.

Terpisah, JPU pada perkara ini Arie Chandra juga menegaskan siap melakukan eksekusi terhadap putusan kasasi MA tersebut. "Putusannya belum diterima. Tapi jika salinan tersebut sduah kami terima, maka tidak ada lagi alasan pihak kejaksaan untuk tidak menjalankannya,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara penasehat hukum PT Roda Mas Baja Inti, Rudiyanto Lallo mengatakan, atas turunnya putusan MA terhadap terdakwa, kejaksaan tidak lagi memiliki alasan ataupun ingin mengulur-ulur waktu pelaksanaan eksekusi.

“Putusan MA harus dan wajib dilaksanakan pihak kejaksaan,” tegasnya. (rud)

Baca   JUga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1114452 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas