• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Empat Tersangka Korupsi Kemenag Sulsel Segera Diadili

Jumat, 9 November 2012 19:18 WIB
Empat Tersangka Korupsi Kemenag Sulsel Segera Diadili
NET
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribun Timur Rudhy

MAKASSAR, TRIBUN - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah merampungkan empat berkas tersangka dugaan korupsi dana Blockgrant di Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

Pelaksana tugas Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Sugeng Purnomo, Jumat (9/11) mengatakan, saat ini tim penyidik tengah mempersiapkan pelimpahan berkas tersangka dari penyidikan ke tahap penuntutan.

“Jadi tidak ada lagi pemeriksaan tambahan apalagi susulan, karena dianggap seluruh berkas tersangka sudah rampung,” kata Sugeng kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, penyidik terakhir melakukan pemeriksaan pekan lalu. Dimana Direktur PT Milenia Perkasa Tjipluk Sri Rejeki sebagai rekanan dalam proyek pengadaan alat multimedia dan laboratorium yang diperuntukan kepada madrasah Ibtidaiya dan Tsanawiyah di 24 kabupaten/kota itu.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dalam berkas tersangka lainnya,” ujarnya.

Selain Tjipluk, tiga tersangka kasus ini adalah bekas Kepala Urusan Agama Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Rapi Anci selaku pejabat pembuat komitmen dan bos CV Bila Utara Salim Rasyad, yang juga sebagai rekanan proyek.

Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Kepala kantor Kementerian Agama Sidrap Ahmad Rusydi. 

Diketahui, keterlibatan  orang nomor satu di Kemenag Kabupaten Sidrap itu saat dirinya menjabat kepala subbagian perencanaan Kemenag Sulsel 2007 sila.

Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap dalam proyek itu. Keterlibatan dirinya terungkap saat pihak kejaksaan mengetahui jika dirinya menerima aliran dana melalui rekening pribadinya senilai Rp 2500 juta dari Tjipluk yang merupakan kontraktor dalam proyek itu.

Sugeng mengatakan, tahap akhir pemberkasan adalah memanggil semua tersangka untuk menandatangani berita acara pemberkasan. Penyidik juga sedang merancang rencana dakwaan dan penerapan pasal yang dianggap dilanggar.

Meski kejaksaan mengaku telah merampungkan seluruh berkas tersangka untuk kemudian diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, namun tak satupun tersangka yang ditahan atau dipenjara.

Salah satu penasihat hukum tersangka (Salim Rasyad), Ais Amin, mengatakan pertimbangan kejaksaan tidak melakukan proses penahanan karena selama ini yang bersangkutan dinilai kooperatif serta memenuhi seluruh rangkaikan pemanggilan hingga pemeriksaan.

"Apalagi tersangka juga telah mengembalikan sebagian dana yang menjadi kerugian negara dalam kasus ini,” ujar Ais.

Menurutnya, saat ini, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan berkas tersangka dan kliennya ke pengadilan. namun pihak kejaksaan belum mengetahui secara pasti kapan pelimpahan tersebut dilakukan. (rud)

BACA JUGA:

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1117191 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas