• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Harga Sayur di Pagaralam Turun

Senin, 12 November 2012 20:01 WIB
Harga Sayur di Pagaralam Turun
(SRIPOKU.COM/WAWAN SEFTIAWAN)
Para tengkulak yang sedang menjajakan sayuran mereka di kawasan Pasar Terminal Nendagung, Senin (12/11/2012).

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Seftiawan

TRIBUNNEWS.COM, PAGARALAM - Petani sayur di sejumlah kawasan di Kota Pagaralam saat ini mengalami rugi besar. Pasalnya harga sayur di tingkat petani dan di pasaran sedang terjun bebas.

Hal ini membuat para petani tidak mendapatkan untung dari hasil panen mereka. Kondisi ini disebabkan sejumlah jenis sayur di Pagaralam sedang banjir. Hal ini berakibat banyak sayur di pasaran. Bahkan sejumlah petani terpaksa menunda panen karena tidak ada tempat untuk menjual hasil panen mereka.

Pantauan Sripoku.com, Senin (12/11/2012) di sejumlah pasar yang ada di Kota Pagaralam menyebutkan, jenis sayur yang harganya anjlok yaitu sawi, lumai, bayam dan kacang buncis. Padahal saat ini hampir semua petani sayur di Pagaralam sedang menanam jenis sayuran tersebut.

Samirah (55), salah satu petani di kawasan Dusun Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara mengatakan, pihaknya terpaksa menjual hasil panen mereka meskipun harus merugi. Karena jika tidak segera dijual maka jenis sayur tersebut akan rusak dan busuk. Namun tidak disebutkan berapa penurunan harga sayuran ini.

"Terpaksa dijual meskipun harga murah pak, karena sudah terpaksa kami panen. Jika tidak dijual maka sayur kami ini akan rusak dan busuk," ujarnya.

Ditambahkannya, jangankan untuk mendapatkan untung dari hasil panen, modal saja menurut para petani tidak bisa dikembalikan. Hal ini disebabkan modal yang sudah dikeluarkan untuk menanam sayur tersebut lebih dari hasil panen yang sudah dijual.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa pak, karena tidak ada lagi jalan lain selian dijual kepada para tengkulak. Karena sampai saat ini di Pagaralam tidak ada koperasi yang bisa menampung hasil panen kami ini pak," jelasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1124822 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas