Jumat, 19 Desember 2014
Tribunnews.com

Mayat di Pulo Aceh Ternyata PNS Abdya

Senin, 12 November 2012 14:40 WIB

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan nelayan Sabtu (10/11/2012) siang mengapung di kawasan Pulo Teunom, Kemukiman Pulo Breuh Selatan, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, akhirnya diketahui bernama Syarifah Syalfa Wirza (50). Ia merupakan warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Korban saat menghilang sedang berstatus pasien rawat inap di Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda Banda Aceh, akibat penyakit kanker yang dideritanya. Tiba-tiba ia pergi meninggalkan RS itu pada Kamis pagi, sekira pukul 05.30 WIB, tanpa diketahui oleh pihak keluarga maupun RS.

Menurut Kapolres Aceh Besar, AKBP Sigit Kusmardjoko, keterangan itu diperolehnya dari Mirzan, salah seorang anak korban, setelah Mirzan mengamati ciri-ciri yang ada pada tubuh wanita itu. Misalnya, tahi lalat di bagian punggung, tangan kiri agak bengkok, serta ada pembengkakan di salah satu kuping kiri ibunya.

Ciri fisik yang lebih menguatkan bahwa mayat wanita itu ibu Mirzan adalah pada payudara almarhumah terdapat bekas oparasi. “Karena positif diyakini itu jasad ibu mereka dari ciri-ciri fisik yang persis sama, langsung saja almarhumah dibawa pulang ke Abdya. Rencananya bila belum ada yang mengetahuinya, jenazah akan diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” kata AKBP Sigit, Senin (12/11/2012).

Kapolsek Pulo Aceh, Ipda Syarkani menambahkan dari keterangan anak korban, Mirzan, ibunya merupakan PNS di jajaran Pemkab Abdya dan beberapa hari lalu sebelum menghilang dirawat di RS Harapan Bunda Banda Aceh, karena menderita kanker (ia terapi tumor payudara).

“Pada hari Kamis itu, 8 November 2012 sekitar pukul 05.30 WIB ibunya diperkirakan pergi dari RS tanpa siapa pun yang tahu. Sekira pukul 14.00 WIB pada hari yang sama seorang saksi sempat melihat korban berada di Taman Tepi Laut Lhoknga,” pungkas Syarkani.

Kapolsek Pulo Aceh itu menambahkan, jenazah berhasil dievakuasi dari Pulo Aceh menuju RS Bhayangkara sekira pukul 06.00 WIB. “Proses evakuasi melibatkan pihak polsek, masyarakat, Tim SAR, dan relawan RAPI,” ujar Syarkani.

Ia jelaskan, proses evakuasi itu sempat terkendala. Selain cuaca yang memburuk, armada boat milik Tim SAR sempat kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Sehingga boat yang rencananya akan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Banda Aceh, sempat berputar-putar dalam kegelapan laut di sekitar Pulau Breuh.

“Dari pukul 00.30 sampai pukul 02.30 dini hari, boat yang mengavakuasi jenazah berada di tengah laut. Syukur, alat komunikasi HT berfungsi dengan baik, sehingga bisa meminta bantuan dari Banda Aceh. Akhirnya, boat tim SAR lainnya datang dari Banda Aceh, sehingga boat yang kehabisan minyak tadi bisa merapat ke Lamting,” kenang Syarkani.

Sebagaima diberitakan kemarin, mayat wanita tanpa identitas itu ditemukan di kawasan Pulo Teunom, Kemukiman Pulo Brueh Selatan, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, Sabtu siang. Jenazah dalam kondisi telah membengkak itu ditemukan oleh Murdani (32), nelayan Gampong Dayah Teungoh, Banda Aceh, yang sedang melaut.

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas