• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Tribunnews.com

Fani Mau Dinikahi Bupati Garut karena Ingin Kuliah

Jumat, 30 November 2012 03:30 WIB
Fani Mau Dinikahi Bupati Garut karena Ingin Kuliah
TRIBUN JABAR / Zezen Zaenal M
Bupati Garut Aceng Fikri

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Fani Oktora, gadis 19 tahun yang dinikahi Bupati Garut Aceng Fikri namun diceraikan dalam empat hari, mengaku rela menikah dengan orang nomor satu di Garut itu karena ingin melanjutkan kuliah di jurusan kebidanan.

Warga Kampung Cukang Galeuh, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, itu baru lulus dari salah satu SMA di Sukabumi pada 2012. Dia dinikahi Bupati Aceng pada 16 Juli 2012 di rumah pribadinya di Copong, Garut.

Baru empat hari pernikahan itu berjalan, Aceng Fikri menceraikannya dengan alasan Fani sudah tidak perawan lagi. Aceng menceraikannya, langsung dengan talak tiga, melalui pesan singka (SMS).

Fani mengenal Aceng Fikri setelah diperkenalkan oleh pamannya, KH Heri Ahmad Jawani yang juga salah satu pemimpin pondok pesantren di Limbangan, Garut.

Fani mengisahkan, pamannya mendapat kabar dari salah satu pimpinan pesantren lain di Garut bahwa ada utusan bupati yang tengah mencari seorang perempuan di kalangan pesantren untuk dinikahkan dengan Bupati Aceng.

Mendengar kabar itu, Fani dan kedua orang tuanya bercerita kepada pamannya ingin melanjutkan kuliah ke kebidanan, namun kedua orang tuanya tak mampu membiayainya. Pamannya pun memberikan informasi kepada Fani bahwa bupati tengah mencari istri baru.

Sang paman menginformasikan bahwa bupati sedang mencari istri lagi, karena sang paman mengira Bupati Aceng telah bercerai dengan istri pertamanya. Akhirnya Fani beserta kedua orangtua dan keluarganya pun bertemu dengan bupati.

Menurut seorang kerabat Fani, Ujang Sunaryo, pertemuan pertama itu dilakukan di sebuah rumah makan di Limbangan, Garut. Pada pertemuan pertama itu, Fani ditemani kedua orangtua dan beberapa keluarganya.

"Bupati saat itu langsung sreg dengan Fani dan ingin segera menikahinya," kata Ujang, yang dipercaya keluarga Fani untuk memberikan keterangan kepada media.

"Saat itu, keluarga tak percaya kalau bupati telah cerai dengan istri pertamanya. Tapi bupati saat itu sampai bersumpah telah duda. Akhirnya disepakati bertemu lagi yang kedua kalinya untuk menentukan tanggal pernikahannya," tutur Ujang Sunaryo, ditemui di rumah Fani, Kamis (29/11/2012).

Pertemuan kedua dilaksanakan di rumah makan yang sama, lanjut Ujang. Saat itu Bupati Aceng telah menyepakati pelaksanaan perkawinan di rumah pribadinya tanggal 16 Juli 2012. Pernikahan pun digelar dengan disaksikan kedua orangtua korban, petugas pencatatan nikah KUA setempat dan salah seorang ulama besar di Garut.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas