Banjir Kepung Sejumlah Daerah di Aceh

Minggu, 2 Desember 2012 10:41 WIB

Banjir Kepung Sejumlah Daerah di Aceh
Serambi Indonesia/Masriadi
WARGA menaiki rakit di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Sabtu (1/12/2012). Banjir melanda sejumlah kecamatan di Aceh Utara kemarin

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Ratusan rumah dan berbagai fasilitas umum lainnya di Kecamatan Peulimbang, Peudada, dan Jeumpa, Kabupaten Bireuen direndam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kabupaten itu sejak siang hingga tadi malam. Gelombang pengungsian tak terbendung. Musibah serupa juga melanda beberapa kecamatan di Aceh Utara dan Trumon Raya, Aceh Selatan.

Dari Bireuen dilaporkan, hingga pukul 22.30 WIB tadi malam hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah Bireuen. Data sementara ratusan rumah yang tersebar dalam delapan desa di Kecamatan Peulimbang terendam setinggi 1,5 meter. Ini terjadi karena saluran Lueng Raja sempit dan dangkal. “Sebagian warga sudah mengungsi,” kata Ridwan, warga Uteun Rungkom, Kecamatan Peulimbang kepada Serambi pukul 22.30 WIB, tadi malam.

Sekdes Abeuk Usong, Kecamatan Jeumpa, Zakaria melaporkan, banjir bandang kembali menimpa desanya dan sejumlah desa lain di Jeumpa. “Sudah banyak warga mengungsi karena derasnya air dari perbukitan,” kata Zakaria.

Camat Jeumpa, Surya didampingi Babinsa Koramil Jeumpa, Kopda Irfan, tadi malam mengatakan, banjir paling parah melanda Blang Gandai. Ada 40 rumah di desa itu terendam setinggi 1 meter lebih.

Banjir juga melanda beberapa kawasan di Kecamatan Peudada. Lembaga pendidikan di kecamatan itu seperti SMA Peudada, SMP 2 Peudada, dan SDN Peudada tergenang 1 meter lebih. “Sekolah kami tergenang mencapai 1 meter lebih,” kata Kepala SMPN 2 Peudada, Bustami.

Selain sekolah, puluhan rumah di belasan desa dalam Kecamatan Peudada ikut tergenang mulai pukul 20.00 WIB. Hingga pukul 22.30 WIB, hujan masih mengguyur. Banyak fasilitas umum lainnya seperti jalan dan jembatan rusak.

Puluhan desa dalam empat kecamatan di Aceh Utara, yaitu Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, dan Nibong dikepung banjir luapan. Kawasan terparah menimpa desa-desa di Matangkuli dan Pirak Timur karena kedua kecamatan itu berada di daerah lintasan Krueng Peutoe yang dikenal ganas.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help