• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribunnews.com

Banjir Kepung Sejumlah Daerah di Aceh

Minggu, 2 Desember 2012 10:41 WIB
Banjir Kepung Sejumlah Daerah di Aceh
Serambi Indonesia/Masriadi
WARGA menaiki rakit di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Sabtu (1/12/2012). Banjir melanda sejumlah kecamatan di Aceh Utara kemarin

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Ratusan rumah dan berbagai fasilitas umum lainnya di Kecamatan Peulimbang, Peudada, dan Jeumpa, Kabupaten Bireuen direndam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kabupaten itu sejak siang hingga tadi malam. Gelombang pengungsian tak terbendung. Musibah serupa juga melanda beberapa kecamatan di Aceh Utara dan Trumon Raya, Aceh Selatan.

Dari Bireuen dilaporkan, hingga pukul 22.30 WIB tadi malam hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah Bireuen. Data sementara ratusan rumah yang tersebar dalam delapan desa di Kecamatan Peulimbang terendam setinggi 1,5 meter. Ini terjadi karena saluran Lueng Raja sempit dan dangkal. “Sebagian warga sudah mengungsi,” kata Ridwan, warga Uteun Rungkom, Kecamatan Peulimbang kepada Serambi pukul 22.30 WIB, tadi malam.

Sekdes Abeuk Usong, Kecamatan Jeumpa, Zakaria melaporkan, banjir bandang kembali menimpa desanya dan sejumlah desa lain di Jeumpa. “Sudah banyak warga mengungsi karena derasnya air dari perbukitan,” kata Zakaria.

Camat Jeumpa, Surya didampingi Babinsa Koramil Jeumpa, Kopda Irfan, tadi malam mengatakan, banjir paling parah melanda Blang Gandai. Ada 40 rumah di desa itu terendam setinggi 1 meter lebih.

Banjir juga melanda beberapa kawasan di Kecamatan Peudada. Lembaga pendidikan di kecamatan itu seperti SMA Peudada, SMP 2 Peudada, dan SDN Peudada tergenang 1 meter lebih. “Sekolah kami tergenang mencapai 1 meter lebih,” kata Kepala SMPN 2 Peudada, Bustami.

Selain sekolah, puluhan rumah di belasan desa dalam Kecamatan Peudada ikut tergenang mulai pukul 20.00 WIB. Hingga pukul 22.30 WIB, hujan masih mengguyur. Banyak fasilitas umum lainnya seperti jalan dan jembatan rusak.

Puluhan desa dalam empat kecamatan di Aceh Utara, yaitu Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, dan Nibong dikepung banjir luapan. Kawasan terparah menimpa desa-desa di Matangkuli dan Pirak Timur karena kedua kecamatan itu berada di daerah lintasan Krueng Peutoe yang dikenal ganas.

Banjir di wilayah utara Aceh terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat (30/11/2012) malam sampai pukul 03.00 WIB dini hari, Sabtu (1/12/2012). Ketinggian air luapan di lokasi-lokasi tertentu mencapai 1 hingga 1,5 meter. Khusus du Matangkuli dan Pirak Timu, setidaknya 20 desa terendam.

Pada Sabtu kemarin Pemkab Aceh Utara telah mengeluarkan instruksi agar masing-masing camat mengevakuasi warga. Sebanyak 12 titik di Matangkuli dijadikan lokasi pengungsian dan di Tanah Luas empat titik termasuk dapur umum di masing-masing lokasi. Sedangkan untuk Nibong dan Pirak Timu masih sebatas siaga.

Di Kecamatan Matangkuli, aktivitas belajar mengajar di SDN Teupin Jaloh, MTsN dan SMPN 1 Matangkuli terhenti, atau kalaupun tetap berlangsung hanya sampai pukul 10.30 WIB.

Transportasi antara Matangkuli-Pirak Timu menggunakan rakit pohon pisang dan bambu. Masyarakat menaiki rakit darurat itu mengarungi banjir di kawasan Desa Rayeuk Pange dan Pirak Timu. “Air sempat masuk ruang kelas sehingga tak mungkin melakukan proses belajar mengajar,” kata Kepala SDN Teupin Jaloh, Sri Wahyuni, Sabtu kemarin.

Keuchik Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Abdul Wahab mengaharpakn pemerintah segera membangun tanggul sungai agar musibah serupa tidak terus terulang.

Seorang warga Desa Hagu, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Tgk Talib (50) yang menderita lumpuh terpaksa dievakuasi menggunakan boat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara ke Puskesmas Matangkuli. “Beliau dirawat di Puskesmas Matangkuli,” kata Sekretaris BPBD Aceh Utara, Munawar.

Curah hujan di Aceh Utara dan Lhokseumawe hingga Sabtu sore dilaporkan masih tinggi namun masyarakat di beberapa kawasan masih bertahan di rumah masing-masing.

Di Kota Lhokseumawe, hujan deras pada Jumat malam juga merendam ruas jalan Banda Aceh-Medan di Blang Panyang sampai ke Paloh. Air yang merendam badan jalan turun dari perbukitan dengan warna keruh bercampur lumpur.

Di Kecamatan Trumon Tengah dan Trunon, Aceh Selatan, banjir luapan setinggi 1 hingga 2 meter, Sabtu (1/12/2012) menggenangi sejumlah gampong. Masyarakat tanpak siaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk.

Informasi yang diterima Serambi, pada Sabtu sore kemarin ketinggian banjir kiriman dari Krueng Singkil terus bertambah. “Masyarakat kami siaga menghadapi kemungkinan terburuk,” kata Imum Chik Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Tgk Amin Syah kepada Serambi di lokasi banjir, Sabtu (1/12/2012) sore.

Camat Trumon Tengah, Abdul Munir yang ditanyai Serambi via telepon selulernya membenarkan beberapa gampong dalam di kecamatan terendam banjir luapan. Laporan serupa juga disampaikan Camat Trumon, Isa Ansari SH. “Kalau mau masuk ke Padang Harapan harus lewat Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengeh, sedangkan lewat Trumon jembatan putus di blok A. Ketinggian air  hampir satu meter di badan jalan poros,” lapor Camat Isa Ansari.

Banjir kiriman yang sempat merendam tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam selama empat hari berturut-turut, sejak Sabtu kemarin dilaporkan mulai surut. Meski demikian warga tetap cemas karena hujan deras masih mengguyur.

Tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat yang sempat dikepung banjir yaitu Jabi-Jabi, Sigrun, dan Suka Maju. Ratusan rumah terendam banjir kiriman dari Sungai Alas, Aceh Tenggara.

Kepala Dinas Sosial Kota Subulussalam, Asmial yang turun ke lokasi bersama Kasatpol PP dan WH Baginda Nasution mengatakan, pihaknya belum bisa menyalurkan bantuan sebelum ada rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Baginda Nasution, yang juga mantan camat Sultan Daulat mengimbau masyarakat tidak cemas dan panik. “Kita berharap warga jangan panik tapi tetap siaga,” kata Asmial.(Serambi Indonesia/yus/c46/ib/c37/tz/sir/kh)

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
 


Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1181971 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas