Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Jika Merugikan, Izin Tower Bisa Ditinjau Ulang

Minggu, 2 Desember 2012 21:15 WIB

Jika Merugikan, Izin Tower Bisa Ditinjau Ulang
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Sejumlah pekerja memperbaiki tower Base Transceiver Station (BTS) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012). Data dari ILO menyatakan kecelakaan kerja menyumbang kerugian empat persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia atau Rp 280 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
 
TRIBUNEWS.COM, BANGKA -- Kepala BLH Basel Asril Husman menegaskan keberadaan tower BTS dapat ditinjau ulang jika merugikan masyarakat.

Masalah izin tower ini jika dulunya diperpanjang tiga tahun sekali, kini dengan adanya Perda Nomor 38 tahun 2011 diperpanjang setahun sekali.

"Kalau kira-kira banyak keluhan, gangguan tidak tidak kita perpanjang. Bisa ditinjau ulang karena itu pemukiman penduduk. Saya takut orang buat itu dulu hitungannya disana dianggap hutan," jelas Asril Husman, Minggu (2/12/2012).

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan keberadaan tower seharusnya tidak boleh berada dekat pemukiman penduduk.

"Harusnya tower tidak boleh di titik roboh masih terkena rumah, selain itu memperhitungkan masalah radiasi dan ada izin lingkungan. Untuk masalah tower BTS di Kampung Bukit Toboali, besok Senin (3/12/2012) kita akan mengecek ke lapangan," jelas Asril Husman.

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas