• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribunnews.com

Beli Airsoft Gun di Palembang, Izin Perbakin Jadi Tiga Hari Kemudian

Senin, 3 Desember 2012 07:18 WIB
Beli Airsoft Gun di Palembang, Izin Perbakin Jadi Tiga Hari Kemudian
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -- Berdasarkan informasi perdagangan senjata airsoft gun yang bebas dijualbelikan di Palembang, Sumsel, Tribun mencoba menelusuri toko yang disebut melayani penjualan airsoft gun di Jl TP Rustam Efendi. Ada beberapa senapan angin disusun rapi dalam lemari kaca.

"Mau cari apa pak? Kalau airsoft gun tidak menjualnya. Perbakin yang memberikan izin itu, tetapi kami tidak menjual," jelas penjaga toko yang lagi membersihkan kaca.

Usai dari sana, Tribun melanjutkan penelusuran penjualan yang ada di mal. Penjaga toko mengaku, menyediakan berbagai jenis airsoft gun. Sebelum itu, penjaga menunjukkan beberapa gambar airsoft gun yang ditempel di dinding toko.

"Kalau harga itu bervariasi, soalnya airsoft gun itu memiliki 800 lebih jenis. Kalau untuk revolver misalnya, Rp 5 juta yang termasuk pembuatan izin Perbakin," ujarnya sambil menunjuk satu gambar di belakang meja kaca.

Setiap pembelian senjata diberikan gratis satu kotak peluru. Tidak ada garansi, tetapi tokonya melayani perbaikan untuk airsoft gun yang rusak.

Ia meyakinkan Tribun, tidak perlu takut membawa airsoft gun. Toko yang juga menjual perlengkapan keamanan ini memberikan surat jalan agar aman membawanya sampai ke rumah.

"Surat izin Perbakin ke luar dalam waktu dua sampai tiga hari. Setelah itu bisa dipakai untuk latihan di lapangan Perbakin. Tidak perlu takut, senjata mainan ini terdaftar dan resmi," ungkapnya.

Selain beli langsung di toko, air soft gun juga marak dijual secara online. Riki, penjual airsoft gun di Bekasi, mengatakan, pembeli mendapat kemudahan pengurusan izin kepemilikan senjata. Ia beralasan barang yang dijual resmi dan didaftarkan di klub menembak S berkedudukan di Jakarta. Riki mengaku klub itu berada di bawah naungan Perbakin Pusat.

Biaya untuk satu pistol jenis FN beserta gas dan Kartu Tanda Anggota (KTA) klub menembak kisaran Rp 3,5 juta. Pembeli juga mendapatkan surat keterangan kepemilikan (SSK).

Lanjutnya, untuk mendapatkan SKK terlebih dulu dicatat nomor seri senjata yang dimiliki dan setelah itu berhak memiliki KTA untuk pembelian peluru dan mengikuti kejuaraan menembak.

Riki menjamin legalitas kepemilikan airsoft gun dan siap menerima konsekuensi ketidakresmian izin senjata. "Kalau kedapatan dirazia jangan sungkan memberitahu senjata itu sudah dapat izin dari Satria, karena memang resmi klub ini," tegasnya

Ia juga melayani pembelian airsoft gun antar daerah dan pengiriman barang sehari setelah pembayaran melalui rekening yang ditentukan.

Riki menjual senjata jenis Baikal MP654K, Walther, FN 1911 Umarex, Makarov KWC, CZ, Bareta M9, Revolver, Baby HI-Capa, Baby FN, Glock, Sig Sauer, dan KP-08. Sedangkan ukuran peluru yang digunakan mulai dari 4,5 mm sampai dengan 6 mm.

Secara terpisah, Syaidina Ali, Wakil Sekretaris Umum Perbakin Sumsel, mengatakan, tidak sembarang orang bisa memiliki airsoft gun karena proses kepemilikan surat izin senjata melalui rangkaian tes keahlian menggunakan senjata dan psikologis.

"Tes ini juga dilakukan sesuai yang telah ditetapkan kepolisian. Yang punya pun harus lulus tes psiko. Kalau tidak lulus tes tidak bisa pegang senjata itu," katanya.

Setelah memiliki izin kepemilikan senjata, seseorang juga terikat oleh aturan tentang penggunaannya. Menenteng senjata tidak dibenarkan. Menenteng dan menggunakan senjata hanya diperbolehkan selama latihan di lapangan menembak.

Kuncung Sudiono, kepala pelatih menembak Pengprov Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Sumsel, menegaskan, senjata jenis airsoft gun bukan bagian dari jenis senjata olahraga yang dipertandingkan di bawah naungan Perbakin.

"Naungan olahraga menembak internasional (ISSF) pun belum ada yang mempertandingkannya. Kalau olahraga tidak ada yang menjadikan manusia sebagai target," katanya.

Keberadaan airsoft gun, menurut Kuncung, justru merusak tatanan regulasi dan mencoreng nama Perbakin karena dijual bebas dengan harga yang lebih murah. Senjata ini juga dapat disalahgunakan untuk tindak kejahatan karena bentuk dan ukuran sama persis dengan senjata api sungguhan.

Selain itu, senjata jenis ini juga dapat dibawa kemana pun tanpa regulasi yang jelas. Beda dengan senjata api yang diperuntukkan bagi olahraga harus digudangkan setelah digunakan latihan di lapangan tembak. "Tidak bisa dibawa pulang. Kalau mau dibawa pulang harus izin pelatih, itu pun tanpa amunisi," katanya.

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Sumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1183561 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Lambert-Senin, 3 Desember 2012 Laporkan
    Utk warga purwakarta jawa barat. Pilihlah
    bupati yg sesuai hati nurani. Jgn pilih bupati yg
    mempermainkan aqidah.yg bersekutu dgn
    seitan dan jin. Semua warga purwakarta yg
    otaknya tdk miring pasti tahu maksud sy tsb.
    Bupati tsb hobinya tebar pesona s
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas