Pejabat dan Pengusaha di Sumsel Keliaran Bawa Airsoft Gun

Meski dilarang, sejumlah oknum pejabat dan pengusaha di Sumsel bebas berkeliaran membawa airsoft

Pejabat dan Pengusaha di Sumsel Keliaran Bawa Airsoft Gun
googleimage
ilustrasi air soft gun

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Meski dilarang, sejumlah oknum pejabat dan pengusaha di Sumsel bebas berkeliaran membawa airsoft gun jenis pistol revolver dan FN untuk gagah-gagahan di keramaian. Kuat dugaan mereka membeli senjata itu berikut kartu tanda anggota klub menembak dan izin fiktif dari organisasi Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).

Sumber Tribun di Palembang beberapa kali memergoki camat membawa airsoft gun jenis pistol. Biasanya senjata itu diselipkan di pinggang, dalam tas kecil, dan di mobil.

"Mereka tanpa ragu dan takut meletakkan airsoft gun yang dimiliki di atas meja. Entah apa maksudnya, apakah ikut anggota Perbakin atau tidak, saya tidak tahu," katanya.

Sumber tersebut menyebut seorang camat di Palembang. Tribun mencoba menemui camat itu, tetapi dia tidak berada di kantor.

Seorang supervisor perusahaan swasta asal Banyuasin mengaku sengaja membeli airsoft gun untuk menyalurkan hobi dan ketertarikannya terhadap kehandalan senjata api. Airsoft gun jenis revolver bewarna silver yang dimilikinya dibeli dengan harga Rp 5 juta. Setiap berpergian, senjata itu diselipkan di pinggang atau dalam tas kecil yang disandangnya.

"Dasar saja dibawa, semua suratnya lengkap. Ada bukti anggota klub dan izin dari Perbakin Sumsel," ujarnya percaya diri sambil mengenggam senjata itu.

Dari orang itu, diketahui bahwa airsoft gun bisa dimodifikasi menjadi senjata api. Tetapi ia tidak mau, sebab nomor rangka mainannya itu telah teregistrasi di Perbakin.

"Kalau mau jahat bisa saja. Tinggal melepas bagian di moncong dan mengganti pelatuknya," jelas pemuda berbadan kekar itu.

Di sela obrolan, ia menanyakan di mana tempat penjualan peluru kaliber 22 kepada sumber Tribun. Amunisi itu katanya, digunakan untuk menjaga kebun.

Sumber Tribun yang melayani penjualan airsoft gun mengaku tidak tahu di mana penjualan amunisi. Ia selama ini hanya melayani penjualan airsoft gun, bukan senjata api seperti yang dimaksud pemuda itu. Diakuinya, airsoft gun bisa dimodifikasi menjadi senjata api. Namun, ia tidak bertanggung jawab apabila ada konsumennya yang menyalahgunakan mainan itu.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help