Senin, 30 Maret 2015
Tribunnews.com

Pejabat dan Pengusaha di Sumsel Keliaran Bawa Airsoft Gun

Senin, 3 Desember 2012 07:07 WIB

Pejabat dan Pengusaha di Sumsel Keliaran Bawa Airsoft Gun
googleimage
ilustrasi air soft gun

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Meski dilarang, sejumlah oknum pejabat dan pengusaha di Sumsel bebas berkeliaran membawa airsoft gun jenis pistol revolver dan FN untuk gagah-gagahan di keramaian. Kuat dugaan mereka membeli senjata itu berikut kartu tanda anggota klub menembak dan izin fiktif dari organisasi Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).

Sumber Tribun di Palembang beberapa kali memergoki camat membawa airsoft gun jenis pistol. Biasanya senjata itu diselipkan di pinggang, dalam tas kecil, dan di mobil.

"Mereka tanpa ragu dan takut meletakkan airsoft gun yang dimiliki di atas meja. Entah apa maksudnya, apakah ikut anggota Perbakin atau tidak, saya tidak tahu," katanya.

Sumber tersebut menyebut seorang camat di Palembang. Tribun mencoba menemui camat itu, tetapi dia tidak berada di kantor.

Seorang supervisor perusahaan swasta asal Banyuasin mengaku sengaja membeli airsoft gun untuk menyalurkan hobi dan ketertarikannya terhadap kehandalan senjata api. Airsoft gun jenis revolver bewarna silver yang dimilikinya dibeli dengan harga Rp 5 juta. Setiap berpergian, senjata itu diselipkan di pinggang atau dalam tas kecil yang disandangnya.

"Dasar saja dibawa, semua suratnya lengkap. Ada bukti anggota klub dan izin dari Perbakin Sumsel," ujarnya percaya diri sambil mengenggam senjata itu.

Dari orang itu, diketahui bahwa airsoft gun bisa dimodifikasi menjadi senjata api. Tetapi ia tidak mau, sebab nomor rangka mainannya itu telah teregistrasi di Perbakin.

Halaman123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas