Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Tertabrak Avanza, Endang Tak Sempat Belanja

Senin, 3 Desember 2012 10:25 WIB

Tertabrak Avanza, Endang Tak Sempat Belanja
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG -- Suasana haru biru menyelimuti sebuah rumah di Jalan Kartika IV Blok E No 15, Bumi Cipacing Permai, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (2/12/2012) petang.

Penghuni rumah tersebut, Endang Karmina (55), tewas setelah tertabrak mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi D 1234 MZ dari arah timur di Jalan Raya Cipacing, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Minggu sekitar pukul 05.00.

Ibu rumah tangga itu ditabrak ketika hendak naik angkutan kota (angkot) jurusan Cileunyi-Cicalengka bernopol D 1983 ZV. Ia akan berbelanja ke pasar bersama adik kandungnya, Nani (48). Beruntung nyawa Nani masih selamat dan dirawat di rumah sakit.

"Menurut informasi, Nani mengalami patah tulang rusuk dan pendarahan di bagian belakang kepalanya," kata kakak kandung armarhum, Karmo (57), warga Kampung Awiligar, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, ketika ditemui Tribun di rumah duka.

Ketika ditanya proses kejadian kecelakaan yang dialami kedua adiknya itu, Karmo mengaku tak mengetahui secara pasti. Hanya saja, ia sudah mengantongi identitas pengendara Avanza tersebut.

"Ada warga dari sini yang mengurusnya dan sempat meminta nomor telepon dan alamatnya," ujarnya menunjukkan fotokopi KTP penabrak. Di KTP tersebut tertulis nama Dindi Syukur, warga Kampung Goler RT 02/RW 01, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Meski demikian, Karmo mengakui penabrak belum berkomunikasi dengan pihaknya. Polres Sumedang pun, kata Karmo, belum memberikan informasi secara jelas kepada keluarga korban.

"Masalah meninggal dunia itu kan takdir. Tapi kami meminta ada pertanggungjawaban karena ini menyangkut menghilangkan nyawa. Kami hanya ingin menyelesaikannya secara kekeluargaan," ujarnya kesal. Dikatakannya, Endang hendak ke pasar untuk menyiapkan hajatan ibu-ibu PKK lantaran ditugasi sebagai koordinator memasak. "Almarhum dikebumikan jam 11 siang setelah dimandikan," katanya.

Berdasarkan pengakuan saksi di lokasi kejadian, mobil Avanza tersebut melaju kencang dari arah timur. Mobil tersebut hendak menyalip bus yang berada di kanan jalan.

"Awalnya nyerempet bus dulu. Mungkin karena oleng terus menabrak angkot yang sedang menunggu penumpang. Waktu itu korban meninggal belum sempat naik ke dalam sehingga terlempar ketika tertabrak dari belakang," ujar Eti (40), pedagang tahu Sumedang yang juga menjadi korban kecelakaan itu.

Diakuinya, wajan penggorengan tahu dan kaca etalase miliknya hancur diseruduk mobil tersebut.
Saksi lainnya, Wildan (17), warga RT 02/RW 05 Kampung Cipacing, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, menyebutkan, terdapat lima orang di dalam mobil Avanza tersebut.

Diduga supir mobil tersebut mabuk lantaran napasnya berbau alkohol ketika ditanya warga. "Penumpangnya ada tiga cowok dan dua cewek. Korban satu tewas dan tiga luka-luka," ujarnya di lokasi kecelakaan.

Sopir angkot yang ditabrak, Wawan Setiawan (50), warga RT 02/RW 05 Kampung Pasirnangka, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku angkotnya yang sedang berhenti di sebelah kiri atau tepat berada di depan warung milik Eti ringsek pada bagian belakangnya gara-gara diseruduk mobil Avanza.

"Waktu kejadian ada empat orang yang mau naik angkot. Tapi penumpang terakhir belum sempat masuk tiba-tiba ada mobil dari belakang menabrak," ujarnya di lokasi kejadian. Ia mengatakan, angkotnya sempat terpental sekitar empat langkah kaki orang dewasa dan berputar ke arah berlawanan.
"Kejadiannya begitu cepat. Dan ketiga penumpang angkot termasuk yang meninggal sudah dibawa ke rumah sakit," katanya.

Kapolres Sumedang, AKBP Eka Saktria Bakti, melalui Kapolsek Jatinangor, AKP Rikky AS, mengakui terjadinya kecelakaan di Jalan Raya Cipacing kemarin. Dikatakannya terdapat empat korban dalam kecelakaan tersebut. "Tiga luka-luka sedangkan satu korban tewas," ujarnya ketika dihubungi Tribun melalui ponselnya, kemarin.

Namun Rikky belum bisa menyebutkan penyebab kecelakaan tersebut. "Saat ini pengemudi sudah diamankan di Mapolres Sumedang untuk diperiksa dan dimintai keterangan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribun di lokasi kejadian, sebagian badan mobil Avanza tersebut naik ke atas trotoar. Bagian depannya penyok tak berbentuk. Sedangkan angkot yang dikendarai Wawan mengalami penyok pada bagian belakangnya. Kaca bagian belakangnya pecah. (Tribun Jabar/cis)

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
 
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas