Tertabrak Avanza, Endang Tak Sempat Belanja

Suasana haru biru menyelimuti sebuah rumah di Jalan Kartika IV Blok E No 15, Bumi Cipacing

Tertabrak Avanza, Endang Tak Sempat Belanja
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG -- Suasana haru biru menyelimuti sebuah rumah di Jalan Kartika IV Blok E No 15, Bumi Cipacing Permai, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (2/12/2012) petang.

Penghuni rumah tersebut, Endang Karmina (55), tewas setelah tertabrak mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi D 1234 MZ dari arah timur di Jalan Raya Cipacing, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Minggu sekitar pukul 05.00.

Ibu rumah tangga itu ditabrak ketika hendak naik angkutan kota (angkot) jurusan Cileunyi-Cicalengka bernopol D 1983 ZV. Ia akan berbelanja ke pasar bersama adik kandungnya, Nani (48). Beruntung nyawa Nani masih selamat dan dirawat di rumah sakit.

"Menurut informasi, Nani mengalami patah tulang rusuk dan pendarahan di bagian belakang kepalanya," kata kakak kandung armarhum, Karmo (57), warga Kampung Awiligar, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, ketika ditemui Tribun di rumah duka.

Ketika ditanya proses kejadian kecelakaan yang dialami kedua adiknya itu, Karmo mengaku tak mengetahui secara pasti. Hanya saja, ia sudah mengantongi identitas pengendara Avanza tersebut.

"Ada warga dari sini yang mengurusnya dan sempat meminta nomor telepon dan alamatnya," ujarnya menunjukkan fotokopi KTP penabrak. Di KTP tersebut tertulis nama Dindi Syukur, warga Kampung Goler RT 02/RW 01, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Meski demikian, Karmo mengakui penabrak belum berkomunikasi dengan pihaknya. Polres Sumedang pun, kata Karmo, belum memberikan informasi secara jelas kepada keluarga korban.

"Masalah meninggal dunia itu kan takdir. Tapi kami meminta ada pertanggungjawaban karena ini menyangkut menghilangkan nyawa. Kami hanya ingin menyelesaikannya secara kekeluargaan," ujarnya kesal. Dikatakannya, Endang hendak ke pasar untuk menyiapkan hajatan ibu-ibu PKK lantaran ditugasi sebagai koordinator memasak. "Almarhum dikebumikan jam 11 siang setelah dimandikan," katanya.

Berdasarkan pengakuan saksi di lokasi kejadian, mobil Avanza tersebut melaju kencang dari arah timur. Mobil tersebut hendak menyalip bus yang berada di kanan jalan.

"Awalnya nyerempet bus dulu. Mungkin karena oleng terus menabrak angkot yang sedang menunggu penumpang. Waktu itu korban meninggal belum sempat naik ke dalam sehingga terlempar ketika tertabrak dari belakang," ujar Eti (40), pedagang tahu Sumedang yang juga menjadi korban kecelakaan itu.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help