• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Paspor Haji Aspal, Polisi Belum Sentuh Kemenag dan Imigrasi

Kamis, 13 Desember 2012 17:03 WIB
Paspor Haji Aspal, Polisi Belum Sentuh Kemenag dan Imigrasi
SERAMBI Banda Aceh/BUDI FATRIA
Petugas haji menyelesaikan proses administrasi seperti paspor dan dokumen lainnya untuk calon jemaah haji di Asrama Haji Banda Aceh, Kamis (15/9/2011). Kementerian Agama memberikan tambahan kuota haji untuk Aceh sebanyak 1.112 orang sehingga total menjadi 5.036 orang. SERAMBI/BUDI FATRIA

Laporan dari Imam Hidayat wartawan Surya

TRIBUNNEWS.COM,MOJOKERTO - Polisi menetapkan dua tersangka kasus paspor aspal calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto. Dua tersangka itu, yakni Ketua KBIH Al Madinah H. Abdul Chotib dan wakil sekretaris KBIH Al Madinah M Yusuf.

Namun sampai saat ini, polisi belum menyentuh oknum Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto dan oknum Imigrasi Surabaya.

Kedua pengurus KBIH Al Madinah itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus paspor aspal dan surat perjalanan ibadah haji (SPPH) palsu milik 36 calon jamaah haji (CJH) kloter 44 Kabupaten Mojokerto.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Polres Mojokerto menggelar gelar perkara hasil penyelidikan. Chotib dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas praktik pemalsuan dokumen-dokumen haji pada KBIH yang dipimpinnya.

Sedang Wakil Sekretaris Al Madinah Mohammad Yusuf diduga keterlibatannya dalam praktik pemalsuan dokumen haji, dilakukan bersamaan dengan Abdul Chotib.

"Secara resmi kedua orang itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Meliputi, pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 266 KUHP tentang menempatkan keterangan palsu dalam bukti otentik (dokumen), serta pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat atau dokumen. Ancaman hukumannya selama enam tahun.

"Peran Abdul Chotib sebagai pihak yang menyuruh untuk memalsukan dokumen-dokumen haji palsu. Sedangkan Yusuf, sebagai orang yang memalsukan dokumen," kata Eko.

Memang, dalam hasil penyelidikan menyebutkan Al Madinah diduga kuat telah memalsukan dokumen 36 CJH daftar porsi.
Baik dalam dokumen paspor maupun SPPH. Untuk mengelabui isi paspor diketahui menggunakan identitas pemilik daftar porsi. Namun, foto yang tertempel bukan dari pemilik porsi melainkan pengguna daftar porsi keberangkatan haji tahun 2012.

"Sama halnya dengan SPPH. Identitasnya CJH menggunakan pemilik daftar porsi, namun fotonya diganti orang lain," ujarnya.

Praktik pemalsuan ini disinyalir sudah berlangsung sejak Al Madinah berdiri (enam  tahun lalu) diperkuat dengan bukti-bukti yang sudah disita penyidik. Meliputi mesin scanner, laptop, 36 dokumen SPPH palsu serta 36 paspor aspal.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1218481 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas