Senin, 3 Agustus 2015
Tribunnews.com

TKI asal Sidrap Tewas Digorok di Sarawak Malaysia

Senin, 17 Desember 2012 23:55 WIB

TKI asal Sidrap Tewas Digorok di Sarawak Malaysia
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Aktivis buruh migran yang tergabung dalam Migrant Care berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2012). Migrant Care meminta pemerintah Indonesia dan Malaysia mengusut tuntas iklan yang melecehkan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Muhammad Nur bin Musa (34) dilaporkan keluarganya meninggal di wilayah perkebunan kelapa sawit, di Kucing, Negeri Serawak, Malaysia, Minggu (16/12/2012) sekitar pukul 22.00 waktu Malaysia.

"Kami temukan sudah terluka, di leher, di kebun sawit," kata Herlina (41), kerabat tempat tinggal almarhum sebulan terakhir di Serawak, melalui sambungan telepon internasional, Senin (17/12/2012) tadi malam.

Hingga saat ini, tambah Lina, jenazah kerabat sepupunya dari Desa Bulu Cenrana, Tanru Tedong, Kecamatan Pitu Riawa, Sidrap, Sulsel ini, masih berada di kamar mayat di Hospital Kucing, Serawak.

Kasus ini, kata dia, sudah ditangani otoritas polisi dan ketertiban sipil setempat. "Polisi belum dapat kabar," kata Lina menjawab apa motif pembunuhan di perkebunan palm oil Serawak ini.

M Nur adalah korban kelima TKI yang terbunuh di Malaysia dalam satu tahun terakhir. April 2012 lalu, terungkap penembakan terhadap tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di Negeri Sembilan, yang terjadi 22 Maret 2012 lalu. Ketiganya dilaporkan tewas ditembak oleh lima polisi lokal.

Dalam logat Melayu yang kental, Lina mengaku, bersama suaminya, Tahang, dia sudah melaporkan insiden ini ke Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Negeri Serawak. "Kita menanti besok, semoga orang konsulat bisa urus jenazah adik kami," katanya.

Informasi meninggalnya TKI asal Tanrutedong Sidrap ini awalnya diterima Tribun, dari Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Herman, sekitar pukul 22.30 wita semalam.

Halaman123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas