• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Jangan Percaya Wafer Berhadiah Mobil Avanza

Selasa, 18 Desember 2012 01:41 WIB
Jangan Percaya Wafer Berhadiah Mobil Avanza
TRIBUN JOGJA/HENDRA KRISDIANTO
Salah Satu Produk Wafer Tanggo yang didalamnya ditemukan Kupon Berhadiah Palsu.

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Betty Aprilianti, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), terkejut bukan kepalang. Saat membuka bungkusan wafer merek Tango di dalamnya terdapat kupon berhadiah satu unit mobil Toyota Avanza.

"Saya sempat percaya karena ada pernyataan dari kepolisian yang menyatakan bahwa itu benar kupon pemenang," ujarnya saat diwawancarai Tribun Sumsel, Senin (17/12/2012).

Dengan penuh semangat Betty pun segera mengontak saudaranya di Bekasi, Jawa Barat, tempat biskuit itu dibuat. "Keluarga yang di sana langsung mengonfirmasi perusahaan tersebut. Ternyata mereka tidak mempunyai program undian berhadiah," lanjutnya.

Apakah ia mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera di dalam kupon tersebut, Betty mengaku dirinya tidak menghubungi karena takut akan terpengaruh oleh pelaku kejahatan tersebut.

Modus penipuan seperti inilah yang marak terjadi belakangan ini. Secara angka belum diketahui jumlah korbannya. Namun ada saja warga yang tertipu.

Seperti hasil liputan Tribun. Tidak hanya dalam produk makanan dan minuman, undian palsu berhadiah juga ada di dalam kemasan produk ibu rumah tangga seperti pelicin pakaian dan deterjen.

Penipuan undian berhadiah dengan modus memasukkan kupon pemenang dalam suatu bungkus produk dengan brand cukup ternama mencuat ke permukaan. Masih diceritakan oleh Betty, bahwa saudaranya juga pernah mengalami hal serupa namun kupon hadiahnya didapatkan dari produk pelicin pakaian merek Kispray.

"Sepupu saya juga mendapatkan kupon persis seperti yang saya temukan di wafer Tango namun saat itu ia langsung membuangnya karena sering melihat berita penipuan di televisi yang berkedok undian berhadiah," tambahnya.

Aming, agen makanan ringan berbagai jenis merk di pasar 10 ulu mengatakan, dirinya kerap kali dimintai pelanggannya untuk menebus kupon hadiah yang mereka dapat dari barang yang mereka beli.

"Hadiahnya mulai dari yang kecil hingga yang memenangkan uang ratusan juta," ujarnya.

Undian yang ada di produk tersebut rata-rata penipuan. Ia pernah mendapat kupon berhadiah ratusan juta namun produk barang tersebut sama sekali tidak terkenal.

"Mana mungkin produk yang tidak terkenal sanggup memberikan program undian berhadiah hingga ratusan juta," tambahnya.

Berhadiah Jazz

Pengalaman serupa dialami Kasdi (35), warga Jalan Sapta Marga, RT 15, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kemuning. Ia masih ingat peristiwa yang dialaminya dua tahun lalu.

Pemilik rumah makan ini kaget bercampur bingung ketika mendapatkan kupon undian berhadiah Honda Jazz di dalam bungkus deterjen.

Satu bungkus deterjen itu ditemukan di dekat lokasi cucian piring. Kasdi mengira, deterjen itu merupakan sisa produk yang digunakan untuk mencuci piring sehari-hari.

"Saya buka bungkus itu lalu menemukan kertas undian berhadiah mobil. Awalnya kaget juga, terbayang apakah hadiah itu benar atau tidak," jelas Kasdi kepada Tribun Sumsel, Senin (17/12/2012).

Setelah itu, Kasdi langsung menghubungi nomor telepon yang tertera di kertas berukuran 2X2cm. Seorang pria di balik telepon meminta nomor rekening.

"Saya jawab tidak ada, karena orang susah. Saya minta hadiah mobil diantarkan saja ke rumah. Eh, dia menolak. Alasannya pemenang harus melengkapi syarat adminitrasi dan membayar pajak," tutur Kasdi yang sehari-hari berjualan kepala muda itu.

Curiga ada gelagat yang tidak baik, Kasdi meminta sepupunya menanyakan langsung ke produsen deterjen tersebut. Ternyata benar, perusahaan itu tak pernah menggelar program undian seperti yang dimaksud.

Ketua RT 15, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Syahrun, mengakui, banyak warganya yang menemukan undian berhadiah di dalam kemasan deterjen, kopi, dan tisu. Namun, belum ada laporan jika ada warga yang sampai menyetorkan uang ke pelaku.

"Malahan saya juga pernah menemukan opon berhadiah itu di dalam tisu sekitar setahun lalu. Di kupon itu tertera berbagai nama pejabat kepolisian, lengkaplah pokoknya," katanya.

Syahrun mengimbau kepada warga agar tidak mudah percaya pada iming-iming kupon berhadiah. Sebaiknya dipastikan terlebih dahulu dari mana asal dan kebenarannya.

"Kalau dari selentingan-selentingan (rumor-red) ada warga yang sudah menyetor uang. Tetapi belum ada yang melapor, mungkin saja malu," pungkasnya.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Sumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1230991 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas