• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Puluhan Orang Terjebak di Dalam Lift Mal Palladium Medan

Kamis, 20 Desember 2012 22:06 WIB
Puluhan Orang Terjebak di Dalam Lift Mal Palladium Medan
Tribunnews.com/Willy Widianto
Ilustrasi lift macet

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS. COM, MEDAN - Sebanyak 28 orang pengunjung di Grand Palladium Mall yang berlokasi di Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, histeris tatkala terjebak dalam satu lift yang mengangkut mereka untuk turun dari lantai atas ke lantas dasar mal yang bersebelahan dengan kantor Wali Kota Medan, pada Kamis (20/12/2012) malam.

Irwandi Lubis, satu dari beberapa orang korban yang berhasil dimintai keterangannya mengatakan, kejadian tersebut bermula tak kala dirinya usai menonton Film "Habibie dan Ainun" di Bioskop 21 yang berada di lantai atas mal tersebut. Usai menonton, dirinya pun hendak pulang dan menuju lantai dasar tempat parkiran, menggunakan lift.

"Di lift itu ada 28 orang saya hitung semuanya. Kata petugas lift yang ada satu orang di dalam, lift itu sebenarnya untuk lift barang. Tetapi bagaimanapun, kalau memang over kapasitas kan biasanya lift berbunyi menandakan muatan penuh. Tetapi saat itu tidak," urainya melalui saluran telepon, sesaat setelah dirinya dan ke-27 orang lainnya berhasil diselamatkan.

Irwandi yang juga merupakan Kepala Divisi Advokasi, HAM dan Tipikor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, ini pun menceritakan, dirinya dan pengunjung lainnya terjebak di dalam lift selama 50 menit.

"Dari penuturan petugas lift-nya ke kami, bahwa kejadian ini biasa. Paling 10 menit kata petugas itu. Tetapi setelah 10 menit belum juga terbuka pintu lift, akhirnya kami mulai panik. Jadilah kami 50 menit berdesak-desakan dalam lift yang diisi oleh 28 orang tersebut," katanya.

Dijelaskan Irwandi, kejadian nahas tersebut membuat beberapa orang yang berada dalam lift terutama kaum wanita sempat shock. Apalagi menurutnya, yang berada di dalam lift tersebut rata-rata mahasiswa asal Padang, Sumatera Barat.
"Macam-macam ia yang dibilang orang itu tadi. Enggak mau lagi aku ke mal ini. Mal apa seperti ini. Ada juga ibu-ibu yang menangis," ceritanya.

Ditengah kepanikan dan kesesakan mereka di dalam lift yang mengangkut mereka turun ke lantai bawah tersebut, datanglah bantuan beberapa orang teknisi untuk mengeluarkan mereka dari dalam bilik besi tersebut. Bak di film-film action, Irwandi bercerita beberapa orang teknisi yang datang berusaha menjebol langit-langit lift.

Dari sana, petugas teknisi memasukkan anak tangga, dan mengangkut satu per satu orang-orang yang berada di dalam lift nahas tersebut. Parahnya lagi, usai diselamatkan satu per satu, mereka pun harus melompat untuk bisa menginjakkan kaki di lantai, sebab posisi lift pada saat terhenti tidak pas pada lantai yang dituju.

"Macam di film-film itulah kami. Petugas membuka langit-langit lift dan memasukkan anak tangga. Wanita dan ibu-ibu yang lebih dahulu diselamatkan, setelah itu baru pria. Kalau tidak salah saya mau menuju lantai P2 saat itu. Yang saya herankan, para petugas tidak ada yang meminta maaf ke kami. Ini kan jelas kesalahan mereka, paling tidak meminta maaf kepada kami sudah cukup," ujarnya.

Sebelumnya, Irwandi juga sempat mendengarkan seorang petugas yang berada di dalam lift bersama mereka berkomunikasi dengan rekan-rekan teknisinya. Saat itu petugas yang berada di dalam lift bersama mereka mengabarkan bahwa lift rusak. Tetapi teman-teman teknisinya aku Irwandi sedang berada di jalan.

"Sampailah 50 menit lebih kami di dalam itu. Itulah kami komplain, kenapa sistem pengamanan peringatan dini mereka tidak berbunyi jika memang lift kelebihan muatan. Itulah macam di film-film itu kami dikeluarkan dari atas lift. Itu pun sesak-sesakan kami di dalam. Ada yang kegemukan tidak muat. Pintu depan lift-nya tidak bisa terbuka," katanya.

"Macamlah di dalam itu orang tadi. Ada yang berebutan nafas, ada yang panik, ada yang nangis-nangis. Kami meminta kepada mereka para manajemen meminta maaf, karena ini bisa dikatakan insiden. Please tolong, apa yang kalian lakukan kepada kami ini. Itulah teriakan beberapa cewek yang ada di dalam lift tadi," urainya.

Sementara itu, Lenny Yunita Manalu selaku Marcomm Manager Grand Palladium Mall, saat dikonfirmasi melalui layanan Blackberry Massenger-nya mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

"Kami sangat menyesal akibat kejadian ini, kondisi pengunjung sudah melewati kuota. Petugas sudah meminta pengunjung yg melebihi kuota tsb utk keluar dr lift. Namun petugas tsb malah didorong oleh pengunjung. Keadaan akhirnya tak terkendali. Tapi bagaimanapun kami selaku pengelola tidak akan menyalahkan pengunjung. Untuk kejadian kami memohon maaf telah mengakibatkan pengunjung panik. Dan dari kejadian ini kami akan segera melakukan pengecekan ulang sistem utk seluruh transportasi mall"

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1241401 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas