Kamis, 2 April 2015
Tribunnews.com

Cileunyi Wetan Seperti Lautan

Senin, 24 Desember 2012 09:11 WIB

Cileunyi Wetan Seperti Lautan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah pengendara sepeda motor menerjang genangan air bercampur limbah pabrik yang membanjiri badan Jalan Cisirung, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (23/12/2012). Banjir akibat meluapnya Sungai Citarum di kawasan industri ini tidak hanya menggenangi infrastruktur jalan tapi sejumlah pabrik dan ribuan pemukiman warga di kawasan tersebut kembali tergenang air.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Sekitar 500 rumah yang dihuni 1.490 jiwa di RW 1 dan RW 18 Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, terendam, Minggu (23/12). Sejumlah warga memilih berdiam di rumah untuk mengantisipasi jika terjadi banjir susulan. Selain itu, akses jalan yang menjadi jalur transportasi kedua RW tersebut terputus.

Ketua RW 1, Asep Ginanjar, mengatakan, banjir yang merendam rumah warga di RT 1, RT 2, RT 3, RW 4, RW 5, RW 6, dan RW 7 itu terjadi lantaran Sungai Cikeruh tak mampu menampung debit air hujan yang terjadi Sabtu (22/12/2012). Selain itu, Asep menilai jika hujan yang terjadi dua hari yang lalu itu cukup deras dan berlangsung lama.

"Hujan terjadi sekitar pukul 13.00. Tapi jam 14.00 sudah terlihat tanda-tanda akan terjadi banjir. Namun warga terkejut karena jumlah air terus meningkat ketika pukul 16.00. Airnya sampai setinggi orang dewasa," ujar Asep kepada Tribun ketika ditemui di lokasi kejadian, Minggu (23/12/2012).

Asep mengatakan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, ada dua dari enam rumah di RT 1 yang mengalami rusak berat akibat banjir yang terjadi itu. Dikatakannya, temobk dua rumah tersebut hancur dan rubuh akibat terjangan air yang cukup deras ketika banjir.

"Kami memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya ketika musim hujan. Tapi banjir ini paling parah dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Jalan Jajaway sepanjang 3 km mulai dari RW 1 sampai RW 18 terendam air seperti sungai," ujar Asep.

Asep meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk segera melakukan pelebaran Sungai Cikeruh. Sebab, Asep menilai, sedimentasi dan pendangkalan menjadi alasan utama meluapnya air sehingga menyebabkan banjir bandang yang kemudian merendam rumah warganya.

"Sejak lama pemerintah hanya mengontrol. Tapi tetap saja tidak ada tindak lanjutnya. Kejadian seperti ini sudah berlangsung enam tahun. Namun tetap saja tidak ada solusi dan jalan keluar agar kami terbebas dari banjir," ujar Asep.

Halaman12345
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas