Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Yogyakarta Terancam Krisis Telur

Kamis, 27 Desember 2012 06:26 WIB

Yogyakarta Terancam Krisis Telur
TRIBUN BALIKPAPAN/FACHMI RACHMAN
telur

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) dan Himpunan Peternak Ungas Lokal (HIMPULI), melaporkan para pengusaha ternak telah mengalami kerugian akibat serangan virus yang datang bersamaan dengan awal musim penghujan di bulan Desember ini.

Padahal, sebelumnya mereka juga sudah mengalami krisis sejak musim kemarau beberapa waktu yang lalu. Saat itu, produksi telur turun drastis. “Prediksinya akan kembali pulih menjelang musim panen dan musim hujan, tapi justru ada serangan virus baru,” jelas Ismartoyo, pengurus HIMPULI-DIY, Rabu (26/12/2012)

Dirinya menjelaskan, selama ini DIY masih mendatangkan telur itik dari Blitar dan Kediri dengan jumlah rata – rata sekitar delapan ton per hari. Kini, pasokan dari daerah Jawa Timur juga berkurang lantaran ada wabah flu burung pembunuh itik yang menyerang kawasan tersebut. “Sehingga untuk memenuhi kebutuhan DIY masih sangat kurang, terutama untuk masakan Gudeg, bakmi jawa, telur asin, terpaksa menggunakan telur ayam,” tambahnya.

Melalui pengurus PPUI dan HIMPULI, para peternak itik ini mengharapkan segera adanya tindakan penyuluhan, pencegahan, dan pemberantasan penyakit tersebut.(Mona Kriesdinar)

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas