Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Wali Kota Palembang Diduga Campakkan Istri

Jumat, 28 Desember 2012 20:27 WIB

Wali Kota Palembang Diduga Campakkan Istri
TRIBUN SUMSEL
Srimaya Haryanti Saleh, istri Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra,

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seperti kacang yang lupa kulitnya. Mungkin itulah yang kata yang tepat, digambarkan oleh Srimaya Haryanti Saleh untuk suaminya Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra.

Pasalnya, setelah dibantu memenangkan pilkada tahun 2003, olehnya, Eddy terang Srimaya justru mencampakannya saat ini.

Pria yang dulunya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian PU itu pun langsung melupakan jasa dan bantuan istreinya yang telah membantunya maju sebagai Wali Kota Palembang tersebut. Eddy dikabarkan lebih memilih model majalah dewasa bernama Tuty Alawiyah atau lebih dikenal dengan nama Eva Ajeng.

"Waktu itu gaji suami saya sekitar Rp 90.000 dan kami masih tinggal di rumah orangtua saya. Bahkan, ketika berbulan madu ke Amerika Serikat, semuanya dibiayai orangtua saya," kata Srimaya saat dihubungi, Tribunnews.com, Jumat (28/12/2012).

Menurut Sri, Eddy telah dua kali dibantu oleh keluarganya. Akibat perlakukan itu, Ibu dua anak itu pun mengaku sangat kecewa. "Untuk biaya kampanye semuanya sudah dibantu ibu saya," tegasnya.

Sebagai dietahui, Wali Kota Palembang yang menjabat hingga 2013 mendatang itu memang sebelumnya telah mengajukan surat perceraian ke Srimaya dengan nomor gugatan No.0300/Pdt.G/2011/PA. Palembang ke Pengadilan Agama Palembang yang akhirnya dikabulkan majelis hakim.

Srimaya kemudian mengetahui bahwa suaminya menceraikan dirinya karena pengaruh model majalah dewasa tersebut. Dia pun berusaha melaporkan ke berbagai pihak terkait seperti Kementerian Pemberdayaan perempuan, Komnas perempuan dan PA, kemneterian dalam negeri bahkan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Hal tersebut lantaran dia merasa telah dibohongi. Namun pil pahit harus diterimannya, sebab sampai saat ini dia belum mendapatkan respon atas aduannya.

"Apalagi suami saya mulai berani menampilkan Eva Ajeng ke depan umum. Bahkan di beberapa sudut kota, terpasang baliho dengan wajah Eddy Santana dan Eva Ajeng," kata Srimaya.

Srimaya mengaku telah mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan menguatkan putusan Pengadilan Agama Palembang. Saat ini, dia berharap kepada Mahkamah Agung dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Saya juga akan berusaha menemui Bapak Presiden. Beliau, kan, minta agar para pemimpin formal menghormati perkawinan dan memberi contoh kepada masyarakat yang dipimpinnya. Ini, suami saya, kan, tidak minta izin menikah lagi. Bukan contoh yang baik," katanya.

Pada kesempatan ini, Srimaya mengaku tengah kebingungan lantaran tahun depan sudah harus meninggalkan rumah dinas wali kota. Sebab, masa tugas Eddy Santana sebagai walikota selesai pada 2013.

"Saya tidak punya rumah. Selama ini, saya menjual warisan ibu saya untuk menghidupi anak-anak saya," imbuhnya.

Baca juga:


Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas