• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Nagan Raya Masih Mencekam

Sabtu, 29 Desember 2012 16:29 WIB
Nagan Raya Masih Mencekam
Serambi Indonesia/Dedi Iskandar
Panglima Laot Kabupaten Nagan Raya, Teuku Arifin, dirawat di ruang rawat bedah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, setelah diamuk massa terkait persoalan nelayan yang terjadi di Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Kamis (27/12/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JEURAM - Suasana di Kecamatan Tripa Makmur maupun Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, hingga Jumat (28/12/2012) kemarin masih mencekam dan memanas setelah terjadi penyerangan oleh ratusan massa dari Desa Kuala Tadu di Balai Perikanan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Akibat penyerangan itu, tiga orang luka parah.

Pihak kepolisian pun hingga kemarin sore terus mengintensifkan pengamanan untuk mengantisipasi berlanjutnya bentrokan antarkelompok nelayan itu. Pengamanan ekstra dilakukan, antara lain, dengan menempatkan 60 personel tim gabungan di tiga desa, yakni Kuala Tadu dan Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Tim gabungan itu terdiri atas personel polisi, Brimob Kompi 5 Kuala, dan TNI dari Kodim 0116 Nagan Raya. Mereka ditugaskan atasannya masing-masing untuk mengatasi gejolak yang kemungkinan bisa timbul sebagai ikutan dari bentrokan sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan kemarin, insiden itu bermula ketika tiga boat pukat trawl milik nelayan Kuala Tadu, Kecamatan Kuala Pesisir, ditangkap oleh nelayan di Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Alasan penangkapan, karena mereka melanggar hari pantang melaut bagi nelayan Aceh pada 26 Desember, sebagai hari peringatan tsunami. Selain itu, hukum adat laot di wilayah itu melarang nelayan menangkap ikan menggunakan pukat trawl (pukat harimau) karena dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian biota laut.

Setelah ditangkap, ketiga boat beserta sejumlah nelayan di atasnya digiring ke sekitar kompleks perikanan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur untuk penyelesaian secara adat.

Tapi saat pertemuan berlangsung di balai perikanan desa itu, tiba-tiba sekitar 120 orang yang berasal dari Desa Kuala Tadu, Kecamatan Kuala Pesisir yang naik dua truk langsung merangsek ke balai tersebut. Disebut-sebut, maksud mereka untuk membantu rekan mereka yang dikabarkan sudah ditangkap di Babah Lueng, beserta boatnya.

Sebagian massa yang datang itu membawa tombak dan parang terhunus, sehingga tempat pertemuan itu gaduh. Panglima Laot Nagan Raya, Arifin ikut terluka diserang bersama dua warga lainnya.

Terkait insiden itu Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo mengimbau masyarakat Nagan Raya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Persoalan ini sudah ditangani pihak kepolisian," katanya menjawab Serambi (Tribunnews Network) di Jeuram kemarin siang.

Selain itu, pihak kepolisian bersama TNI dan tokoh nelayan di wilayah itu pada Kamis (27/12/2012) malam telah menyepakati untuk menuntaskan persoalan itu secara kekeluargaan melalui musyawarah.

"Kondisi di tengah-tengah masyarakat masih panas. Tapi polisi tetap fokus untuk menangani kasus ini searif mungkin," imbuhnya.

Hingga kemarin, kata Kapolres, polisi masih terus memburu empat pelaku yang diduga sebagai dalang yang menyebabkan terjadinya kerusuhan antarnelayan di Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

"Pelakunya sudah kita ketahui dan terus kita buru untuk ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Kapolres tanpa menyebutkan nama-nama pelaku yang diburu itu. (edi)

Editor: Dewi Agustina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1265871 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas