Sabtu, 1 Agustus 2015
Tribunnews.com

Nagan Raya Masih Mencekam

Sabtu, 29 Desember 2012 16:29 WIB

Nagan Raya Masih Mencekam
Serambi Indonesia/Dedi Iskandar
Panglima Laot Kabupaten Nagan Raya, Teuku Arifin, dirawat di ruang rawat bedah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, setelah diamuk massa terkait persoalan nelayan yang terjadi di Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Kamis (27/12/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JEURAM - Suasana di Kecamatan Tripa Makmur maupun Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, hingga Jumat (28/12/2012) kemarin masih mencekam dan memanas setelah terjadi penyerangan oleh ratusan massa dari Desa Kuala Tadu di Balai Perikanan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Akibat penyerangan itu, tiga orang luka parah.

Pihak kepolisian pun hingga kemarin sore terus mengintensifkan pengamanan untuk mengantisipasi berlanjutnya bentrokan antarkelompok nelayan itu. Pengamanan ekstra dilakukan, antara lain, dengan menempatkan 60 personel tim gabungan di tiga desa, yakni Kuala Tadu dan Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Tim gabungan itu terdiri atas personel polisi, Brimob Kompi 5 Kuala, dan TNI dari Kodim 0116 Nagan Raya. Mereka ditugaskan atasannya masing-masing untuk mengatasi gejolak yang kemungkinan bisa timbul sebagai ikutan dari bentrokan sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan kemarin, insiden itu bermula ketika tiga boat pukat trawl milik nelayan Kuala Tadu, Kecamatan Kuala Pesisir, ditangkap oleh nelayan di Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Alasan penangkapan, karena mereka melanggar hari pantang melaut bagi nelayan Aceh pada 26 Desember, sebagai hari peringatan tsunami. Selain itu, hukum adat laot di wilayah itu melarang nelayan menangkap ikan menggunakan pukat trawl (pukat harimau) karena dapat merusak lingkungan dan mengancam kelestarian biota laut.

Setelah ditangkap, ketiga boat beserta sejumlah nelayan di atasnya digiring ke sekitar kompleks perikanan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur untuk penyelesaian secara adat.

Tapi saat pertemuan berlangsung di balai perikanan desa itu, tiba-tiba sekitar 120 orang yang berasal dari Desa Kuala Tadu, Kecamatan Kuala Pesisir yang naik dua truk langsung merangsek ke balai tersebut. Disebut-sebut, maksud mereka untuk membantu rekan mereka yang dikabarkan sudah ditangkap di Babah Lueng, beserta boatnya.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas