Selasa, 4 Agustus 2015
Tribunnews.com

Biaya Pencatatan Nikah akan Dihapus?

Minggu, 30 Desember 2012 15:50 WIB

Biaya Pencatatan Nikah akan Dihapus?
NET
Ilustrasi

Cegah Praktik Pungli di KUA

TRIBUNNEWS.COM TANJUNG REDEB, – Maraknya kasus pungutan liar (pungli) di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi perhatian Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltim. Saat ini, Kemenag tengah mempertimbangkan untuk mengubah biaya pencatatan pernikahan.

Kasi Kepenghuluan, Kementerian Agama Provinsi Kaltim, Drs. H. Sulaiman saat dikonfirmasi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Berau, Ambotang melalui telpon genggamnya mengatakan, saat ini muncul wacana untuk mengubah biaya pencatatan nikah.

“Ada wacana untuk menghapus biaya pencatatan nikah, atau menaikan biaya pencatatan nikah supaya tidak ada lagi istilah pungli, karena tidak ada istilah pungli, yang ada hanya pemberian dari masyarakat kepada petugas KUA yang diminta untuk menikahkan atau menjadi saksi pernikahan,” kata Sulaiman melalui telpon genggamnya, Sabtu (29/12/2012).

Sekadar diketahui, praktik pungli terjadi ketika ada pasangan yang mendaftar ke KUA untuk menikah.

Dari proses pendaftaran tersebut, biasanya para petugas KUA minta jatah atau ongkos. Biaya yang sebenarnya hanya Rp 30 ribu namun membengkak hingga ratusan ribu rupiah.

Praktik seperti ini juga terjadi hingga ke daerah-daerah plosok, seperti yang ada di Kabupaten Berau. Meski mengakui adanya praktik tersebut, namun Kepala Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Berau, Ambo Tang menilai hal tersebut bukanlah pungli, namun kesepakatan antara pihak yang akan melangsungkan pernikahan dengan petugas KUA.

Halaman123
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas