Kasus Curanmor Masih Nomor Satu di Kaltim

Dibanding tahun sebelumnya, angka kasus curanmor mengalami kenaikan sebanyak 12 persen.

Kasus Curanmor Masih Nomor Satu di Kaltim
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
31 tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor dibariskan berikut barang bukti saat ekspos di halaman Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (7/5/2012). Semua tersangka yang mengenakan baju tahanan berwarna orange tersebut adalah hasil tangkapan seluruh jajaran Polsek di lingkungan Polrestabes Bandung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Banyaknya tindak kejahatan yang marak terjadi di Kaltim pada 2012, tindak pidana pencurian kendaraan bermotor masih menduduki peringkat pertama. Dengan angka laporan masuk sebanyak 1.571 dan yang dapat diselesaikan hanya 445 kasus. Dibanding tahun sebelumnya, angka kasus curanmor mengalami kenaikan sebanyak 12 persen.

"Curanmor masih urutan pertama dalam tindak kriminalitas menonjol di wilayah kerja Polda Kaltim. Disusul pencurian dengan pemberatan (curat) dengan angka laporan sebanyak 1.487 kasus dan baru selesai 579 kasus, penggelapan sebanyak 670 laporan, narkoba sebanyak 653 laporan dengan penyelesaian 548 kasus dan penipuan sebanyak 591 laporan dengan penyelesaian 273 kasus," ujar Kapolda Kaltim Irjen Pol Anas Yusuf dalam jumpa pers.

Untuk kasus curanmor yang kian tahun kian meningkat, Anas mengatakan pihaknya akan melakukan langkah antisipasi dalam operasi kepolisian. Dengan mengedepankan tindakan preventif dan preentif. Juga menjalin kerja sama dengan para stakeholder untuk mencegah semakin meningkatnya kasus curanmor di Kaltim.

Dalam penegakan hukum, menurut Anas, Polda Kaltim membagi dalam empat kelompok. Kejahatan konvensional yang pada 2012 ini dilaporkan terjadi 10.116 kasus dan baru terselesaikan proses penyidikannya sebanyak 5.712 kasus atau 56 persen. Kedua, kejahatan transnasional sebanyak 660 kasus dan telah terselesaikan sebanyak 550 kasus atau 83 persen. Untuk kejahatan transnasional terjadi penurunan sebesar 17 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ketiga, adalah kejahatan terhadap kekayaan negara yang laporannya berjumlah 457 kasus dan sudah terselesaikan sebanyak 380 kasus atau 83 persennya. Terakhir, adalah kejahatan yang berimplikasi kontijensi. Di Kaltim, kejahatan tersebut dilaporkan satu kasus dan telah diselesaikan. Yaitu kasus pengeroyokan di Kabupaten Kutai Barat yang berakhir dengan bentrok antar warga.

Selama 2012 ini, jajaran Polda Kaltim juga telah melakukan beberapa operasi kepolisian. Terbagi dalam operasi kepolisian terpusat dan kewilayahan.

"Operasi kepolisian terpusat, kami telah melakukan Operasi Simpatik, Operasi Patuh, Operasi Ketupat, Operasi Zebra dan Operasi Lilin yang saat ini sedang berlangsung," ujar Anas.

Sedangkan operasi kewilayahan meliputi, Operasi Wanalaga Mahakam 2012 dengan sasaran kekayaan hasil hutan, Operasi Peti Mahakam 2012 dengan sasaran penambangan tanpa izin, Operasi Pekat Mahakam 2012 dengan sasaran penyakit masyarakat, seperti premanisme, sajam, narkoba, judi, miras, senpi, PSK dan VCD porno, Operasi Jaran Mahakam 2012 dengan sasaran penanggulangan dan penindakan curanmor serta Operasi Antik Mahakam 2012 dengan sasaran peredaran, perdagangan dan penyalahgunaan narkoba. (sar)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved