Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Kebakaran Hebat di Andir, 10 Rumah Hangus

Selasa, 1 Januari 2013 17:15 WIB

Kebakaran Hebat di Andir, 10 Rumah Hangus
Ilustrasi : Pada Selasa (1/1/2013) dini hari, si jago merah melalap 10 unit rumah petak di Jalan Tamim, Gg H Ar-Rasid, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung.

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Tahun 2013 belum genap berusia satu hari namun Kota Bandung sudah mengalami musibah kebakaran. Pada Selasa (1/1/2013) dini hari, si jago merah melalap 10 unit rumah petak di Jalan Tamim, Gg H Ar-Rasid, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung.

Kebakaran hebat yang berawal pada pukul 02.00 WIB itu diselingi ledakan sehingga membuat 15 unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan untuk mengatasi kobaran api kewalahan. Setelah bekerja keras selama kurang lebih tiga jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 05.00 WIB.

"Kebakaran sangat besar, api sulit dikendalikan. Sehingga, kami harus meminta bantuan pemdam kebakaran dari berbagai daerah. Jadi seluruhnya ada 15 unit mobil pemadan kebakaran," kata Wadanton III Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Totoy Yuhasmana saat dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon.

Sejauh ini belum diketahui penyebab munculnya api. Kepolsian Sektor Andir saat ini tengah memeriksa dua orang saksi yang adalah penghuni di salah satu rumah yang terbakar.

"Saya tidak tahu bagaimana awalnya. Tahu-tahu api sudah membesar ketika saya bangun tidur," kata Enok Een Rosmiati (30), salah seorang korban kebakaran.

"Saya langsung membangunkan suami dan anak-anak. Saya keluar rumah dan berteriak keras-keras, setelah itu seluruh penghuni rumah lain ikut keluar," kata Enok sambil menahan tangis.

Kesaksian serupa juga disampaikan Irsal (61). Saat kebakaran terjadi Irsal dan keluarganya tengah terlelap.

"Saya sedang tidur. Tiba-tiba api sudah membesar. Saya langsung bawa anak-anak keluar rumah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 07 Yati Sumiarti mengatakan sebagian besar rumah petak yang terbakar itu difungsikan sebagai gudang tekstil.

"Rumah-rumah itu digunakan untuk menyimpan barang dagangan seperti kain mentah, celana, baju dan produk tekstil lainnya," kata Yati.

Akibat kebakaran itu, harta benda penghuni nyaris tak tersisa sama sekali. Semua ludes dilalap si jago merah.

"Barang milik keluarga saya semua habis, nggak ada yang tersisa. Yang tersisa hanya baju yang saya pakai ini," kata Enok sambil menambahkan kerugian akibat kebakaran ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Meski kebakaran ini menghanguskan 10 unit rumah beserta sebagian besar isinya, beruntung musibah ini tak memakan korban jiwa.  (*)

Baca   Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas