• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Janji Bisa Ambil Emas Ghaib, Tabib Tipu Korban Rp 15 Juta

Jumat, 4 Januari 2013 17:43 WIB
Janji Bisa Ambil  Emas Ghaib, Tabib Tipu Korban Rp 15 Juta
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Narti dan suaminya, Karimun.

Laporan dari Haorrahman wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Meniru gaya Dimas Kanjeng Taat, yang bisa mengeluarkan uang miliaran rupiah dari alam ghaib, Julistiyono seorang tabib pengobatan alternatif di Jalan Kendung Surabaya, harus ditangkap polisi.

Julistiyono atau yang dikenal dengan sebutan Gus itu, telah menipu pasiennya senilai Rp 15 juta.

Namun modus Gus berbeda dengan Dimas Kanjeng. Gus mengelabuhi korbannya dengan berpura-pura bisa mengambil peti yang berisi emas berada di laut.

"Tersangka ini mengaku bisa mengambil peti berisi emas dari alam ghaib," kata AKP M. Akhyar, Jumat (4/1/2012).

Namun untuk mengambil emas itu, Gus membutuhkan uang sebagai mahar senilai Rp 15 juta, kepala sapi yang digunakaan untuk melarung ke laut.

Tergiur dengan peti emas itu, korban pun menyanggupinya. Akhirnya keduanya pun melakukan ritual di rumah tersangka. Saat ritual, keduanya masuk ke dalam kamar. Tersangka meminta pada korban mematikan lampu dan menunggu di luar kamar.

Saat korban berada di luar, tersangka lalu mengeluarkan perhiasan emas, seperti enam buah gelang emas, dua kalung emas, satu cincin emas, dan satu liontin emas. Emas-emas itu dibungkus pada kain putih.

Tapi ternyata emas-emas itu adalah emas imitasi, yang telah dipersiapkan korban sebelumnya.

"Emas-emas itu imitasi dan diberikan pada korban. Korban akhirnya melapor pada kami. Karena itu, kami harap agar masyarakat jangan mudah percaya bisa mendapatkan uang dengan cara seperti ini," kata Akhyar.

Tersangka kini dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
0 KOMENTAR
1285821 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas