Calon Kepala Daerah Berburu Ilmu 'Pelindung Kehidupan'

Elektabilitas dan uang berlimpah dirasa belum cukup, untuk memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada).

Calon Kepala Daerah Berburu Ilmu 'Pelindung Kehidupan'
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Elektabilitas dan uang berlimpah dirasa belum cukup, untuk memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada). Sejumlah kandidat berburu ilmu Pelindung Kehidupan, untuk meningkatkan kharisma dan melindungi diri.

Sebagai pengganti, mereka harus membayar mas kawin berupa uang dan rela dibuat mati suri. Informasi tentang PK diungkap anggota BBM Tribun, kemudian ditelusuri sampai kemudian Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network) berhasil menjalin komunikasi dengan seorang Guru PK di Baturaja, sebut saja Nain, sejak tiga hari terakhir.

Pada kesempatan berbincang, Minggu (6/1/2013) malam, Nain menyebut satu nama kandidat pilkada di Sumsel pernah menjadi murid PK.

"Betul. Manfaat yang dia diperoleh bisa menambah kekuatan kharisma, dan kemampuan berbicara di depan umum," katanya.

Nain mengaku memiliki 'guru besar' yang juga bermukim di Baturaja. Ia tak mau PK disebut perguruan, paguyuban, organisasi, agama, apalagi aliran sesat.

Meski berbau klenik, penelusuran Tribun, PK sudah menggejala di Lampung dan Sumsel. Untuk wilayah Sumsel, pusatnya di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Ia menjelaskan, ilmu pelindung kehidupan ini tidak disamakan dengan agama, tidak menggunakan mahluk halus, dan tanpa latihan.

Orang yang telah menyerahkan pengorbanan, langsung mendapatkan ilmu pelindung kehidupan. Namun, Nain mengingatkan, ilmu itu tidak bisa diterapkan untuk kegiatan jahat.

"Sebenarnya, doa ilmu pelindung kehidupan harus seiring dengan kekuatan dan usaha orang itu. Ilmu ini bukan gaib, tapi doa yang ditujukan ke Yang Maha Kuasa," tuturnya.

Tribun lalu minta disebutkan berapa besaran uang pengorbanan yang harus diserahkan. Nain tak bisa memastikan, sebelum disebutkan nama lengkap, nama orangtua, usia, dan alamat tempat tinggal.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help