• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Calon Kepala Daerah Berburu Ilmu 'Pelindung Kehidupan'

Senin, 7 Januari 2013 06:01 WIB
Calon Kepala Daerah Berburu Ilmu 'Pelindung Kehidupan'
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Elektabilitas dan uang berlimpah dirasa belum cukup, untuk memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada). Sejumlah kandidat berburu ilmu Pelindung Kehidupan, untuk meningkatkan kharisma dan melindungi diri.

Sebagai pengganti, mereka harus membayar mas kawin berupa uang dan rela dibuat mati suri. Informasi tentang PK diungkap anggota BBM Tribun, kemudian ditelusuri sampai kemudian Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network) berhasil menjalin komunikasi dengan seorang Guru PK di Baturaja, sebut saja Nain, sejak tiga hari terakhir.

Pada kesempatan berbincang, Minggu (6/1/2013) malam, Nain menyebut satu nama kandidat pilkada di Sumsel pernah menjadi murid PK.

"Betul. Manfaat yang dia diperoleh bisa menambah kekuatan kharisma, dan kemampuan berbicara di depan umum," katanya.

Nain mengaku memiliki 'guru besar' yang juga bermukim di Baturaja. Ia tak mau PK disebut perguruan, paguyuban, organisasi, agama, apalagi aliran sesat.

Meski berbau klenik, penelusuran Tribun, PK sudah menggejala di Lampung dan Sumsel. Untuk wilayah Sumsel, pusatnya di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Ia menjelaskan, ilmu pelindung kehidupan ini tidak disamakan dengan agama, tidak menggunakan mahluk halus, dan tanpa latihan.

Orang yang telah menyerahkan pengorbanan, langsung mendapatkan ilmu pelindung kehidupan. Namun, Nain mengingatkan, ilmu itu tidak bisa diterapkan untuk kegiatan jahat.

"Sebenarnya, doa ilmu pelindung kehidupan harus seiring dengan kekuatan dan usaha orang itu. Ilmu ini bukan gaib, tapi doa yang ditujukan ke Yang Maha Kuasa," tuturnya.

Tribun lalu minta disebutkan berapa besaran uang pengorbanan yang harus diserahkan. Nain tak bisa memastikan, sebelum disebutkan nama lengkap, nama orangtua, usia, dan alamat tempat tinggal.

"Sudah banyak yang tanya, tapi setelah disebutkan jumlah uang pengorbanan malah membatalkan. Ada yang dari Padang, Bengkulu, Lampung, dan Kalimantan. Sebaiknya pikir-pikir dulu. Harus yakin benar," sarannya.

Nain memiliki 'guru besar', tapi ia masih enggan mengenalkan.

Mati Suri

Bagaimana proses mendapatkan Ilmu Pelindung Kehidupan? Seorang yang pernah menjadi murid menuturkan pengalamannya.

"Aliran darah ke otak terasa berhenti, penglihatan gelap, dan indra penciuman tak berfungsi. Kejadian itu berlangsung sekitar lima detik, usai orang itu memegang tengkuk saya," tutur PY (29), seorang karyawan swasta, kepada Tribun Sumsel, Jumat (4/1/2013).

Beberapa panca indera PY kembali berfungsi setelah lelaki yang dia sebut 'orang itu' memukul kembali tengkuknya.

Warga Bandar Lampung terasa seperti terbangun dari tidur, dan tubuh seperti kesemutan. Peristiwa menegangkan itu terjadi di kediamannya, Rabu (2/1/2013) malam.

Orang yang memukul tengkuknya berinisial DW, datang bertamu bersama temannya yang bekerja sebagai staf ahli DPRD di satu kabupaten di Lampung.

Kedua tamu tersebut mengawali obrolan malam itu dengan memperkenalkan jati diri mereka. Keduanya mengaku anggota Pelindung Kehidupan, yang memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit.

DW juga mengaku bisa membantu menghindari ancaman dan perbuatan jahat manusia, terhindar dari perlakuan makhluk halus, menghilangkan kesengsaraan, dan mendatangkan kemakmuran.

Orang yang mau mendapatkan kemampuan itu cukup yakin dan menunjukkan pengorbanannya. Kemampuan itu dijelaskan sebagai hak semua orang. Namun, tidak semua orang mau berkorban untuk mendapatkan hak tersebut.

Pengorbanan itu berupa pemberian uang sebagai mahar. Besaran uang berbeda untuk setiap orang. Cucu Tajir dan Anak Tajir (tingkatan keanggotaan), akan menentukan besaran mahar, dengan menelaah nama yang bersangkutan dan nama orangtuanya.

"Katanya ditelaah secara gaib. Uang pengorbanan akan diserahkan sebagai mas kawin. Nanti ada prosesi serah terima hak, mirip acara akad nikah," ungkap PY.

Refresh Otak

Untuk meyakinkannya, kedua anggota Pelindung Kehidupan menyarankan PY untuk di-refresh otaknya.

Saat itulah, PY bersama kakak dan seorang temannya yang kebetulan ada di rumah, sempat tak sadarkan diri sekitar lima detik.

"Saya mau saja, sebab seorang tamu itu adalah teman. Kebetulan di rumah malam itu saya ditemani kakak dan seorang teman. Jadi, kami bertiga di-refresh otak, tapi tidak banyak perbedaan yang dirasa, hanya sempat tak sadarkan diri sekitar lima detik," lanjut PY.

Penasaran dengan pernyataan kedua tamu itu, PY melanjutkan obrolan. Ia meminta nyeri otot kakinya disembuhkan.

Belum lama meminta bantuan penyembuhan, DW menegaskan bahwa nyeri otot itu telah hilang. Dijelaskan anggota Pelindung Kehidupan, untuk menyembuhkan penyakit seseorang tak perlu banyak ritual.

DW malam itu datang memakai kemeja hitam lengan panjang yang dilipat. Menggunakan celana jins dan sepatu kulit. Tak menunjukkan ciri orang yang mencurigakan. Namun, tamu itu memakai kalung yang menandakan anggota Pelindung Kehidupan.

Dia mengajarkan cara berdoa yang baik. Nyeri otot yang kambuh-kambuhan memang tak lagi terasa sakit. Namun, PY belum tahu berapa mahar pengorbanan yang harus diserahkan untuk memiliki hak ilmu pelindung kehidupan.

Sampai sekarang, ia masih menunggu DW mengonfirmasi besaran uang pengorbanan. Dari kedua tamunya, PY mendapat cerita bahwa pemilik pertama ilmu pelindung kehidupan di Baturaja, mendapatkan semua kemampuan itu saat berada di kebun di satu desa di Lampung.

Guru PK di Baturaja, Nain, mempromosikan PK di blog. Dari blog itu diketahui bahwa Ilmu Pelindung Kehidupan ternyata dimiliki oleh orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi.

Selain teman PY yang bekerja sebagai staf ahli DPRD di satu kabupaten, ada juga dokter, pedagang, dan pegawai perusahaan. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Sumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1292592 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas