RSBI Batal, SMKN 1 Nunukan Bakal Kehilangan Rp100 Juta

Rabu, 9 Januari 2013 15:05 WIB

RSBI Batal, SMKN 1 Nunukan Bakal Kehilangan Rp100 Juta
(TRIBUN KALTIM/NIKO RURU)
Siswa siswi SMK Negeri 1 Nunukan.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -- Kepala SMK Negeri 1 Nunukan Lasali mengatakan, dikabulkannya gugatan pembubaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) tentu akan berdampak pada sekolah yang dipimpinnya tersebut.

“Kemungkinan kita kehilangan bantuan rutin Rp100 juta setahun dari Direktorat Jenderal Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian bantuan sarana fisiknya hilang, begitu juga dengan bantuan peralatan praktik. Selain itu UPT RSBI di provinsi, yang memang menangani khusus RSBI itu akan dihapus,” ujarnya, Rabu (9/1/2013).

Meskipun begitu, sekolah yang sejak tahun 2009 sudah menjadi RSBI tersebut siap dengan konsekuensi dimaksud. Bahkan Lasali memastikan, pembubaran RSBI tak begitu berpengaruh terhadap SMK Negeri 1 Nunukan. Berbeda dengan di provinsi diluar Kaltim yang kemungkinan akan merasakan langsung dampak pembubaran RSBI dimaksud. “Kita masih ada BOSDA dari provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Hanya saja, dengan pembubaran RSBI yang berdampak pada hilangnya bantuan rutin dari pusat, Lasali berharap agar Pemkab Nunukan juga konsisten menyalurkan dana bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) sesuai dengan yang tertuang dalam memorandum of understanding (MoU).

Dalam MoU dimaksud Pemprov Kaltim memberikan BOSDA sebesar Rp1.070.000 kepada setiap siswa, setiap tahunnya. Sementara Pemkab Nunukan memberikan bantuan sebesar Rp1 juta untuk setiap siswa, setiap tahunnya.

“Kalau sekarang yang terealisasi Rp1.070.000 dari provinsi sementara dari kabupaten Rp290.000 per siswa per tahun,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help