• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Lakukan KDRT dan Pungli 2 Polisi Samarinda Dapat Sanksi Disiplin

Rabu, 16 Januari 2013 22:47 WIB
Lakukan KDRT dan Pungli 2 Polisi Samarinda Dapat Sanksi Disiplin
flickr.com
Stop kekerasan pada perempuan

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA -- Briptu SH, anggota Polresta Samarinda harus menerima sanksi disiplin berupa kurungan selama 21 hari dan penundaan kenaikan pangkat selama dua periode, atau satu tahun lamanya.

Hal ini terungkap saat Polresta Samarinda menggelar Sidang Disiplin di aula Mapolresta, Rabu (16/1/2013). "Ya Briptu SH kita jatuhi sanksi lantaran dianggap melanggar disiplin," ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso, melalui Kasi Propam AKP Sarman, kemarin.

Diketahui, Briptu SH dilaporkan oleh istri sahnya lantaran telah melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Desember 2012 lalu. "Yang bersangkutan dilaporkan istri sahnya ke Propam Desember lalu. Setelah menerima laporan, langsung kita lakukan proses penyelidikan," kata Sarman.

Sarman menjelaskan, peristiwa KDRT yang dilakukan Briptu SH diawali pertengkaran dengan sang istri. Meski demikian, sang istri lebih memilih melaporkan tindak KDRT tersebut ke Propam dan tidak melaporkan peristiwa tersebut ke SPK.

"Awalnya cek cok mulut, kemudian terjadilah peristiwa KDRT tersebut. Bukan UU KDRT, karena si istri lebih memilih melaporkan ke Propam. Kalau di Propam akhirnya dikenai sanksi disiplin saja" papar Sarman.

Meski demikian, Briptu SH tidak langsung ditahan. Menurut Sarman, Briptu RH meminta penangguhan penahanan selama tiga hari untuk menyelesaikan urusannnya. "Harusnya langsung menjalani sanksi. Tapi yang bersangkutan izin dulu tiga hari, ada urusan yang harus diselesaikannya," katanya lagi.

Tidak hanya Briptu SH, Sidang Disiplin kemarin juga menimpa salah seorang anggota Satlantas Polresta Samarinda. Oknum anggota Satlantas tersebut dikenai sanksi disiplin lantaran meminta sejumlah uang kepada pengendara yang terkena tilang.

Dijelaskan, saat melakukan razia kelengkapan kendaraan bermotor 2012 lalu, oknum Satlantas tersebut menahan sepeda motor warga, lantaran tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan bermotor.
Lantaran warga yang mendapat tilang itu hendak menggunakan motornya, akhirnya warga tadi mengambil STNK dan lantas menyerahkan STNK sebagai ganti motornya yang ditahan.

"Harusnya kan menukar motor dengan STNK itu tidak bayar. Ini malah ditarik bayaran Rp 300 ribu. Atas perbuatannya, yang bersangkutan dikenai sanksi disiplin berupa teguran tertulis, dan mengembalikan uang milik warga tadi," ungkap Sarman.

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1333492 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas