Kericuhan di Lapas Kualatungkal Dipicu Revisi PP tentang Remisi

Kericuhan terjadi di Lapas Kelas IIB Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, Sabtu (19/1/2013).

Kericuhan di Lapas Kualatungkal Dipicu Revisi PP tentang Remisi
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kericuhan terjadi di Lapas Kelas IIB Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, Sabtu (19/1/2013).

Kericuhan dipicu ketidaksetujuan para tahanan dan narapidana terhadap revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Remisi bagi Narapidana Korupsi, Terorisme, dan Narkotika.

Dalam pasal 34A ayat 2, pemberian remisi hanya berlaku kepada narapidana narkoba yang mendapatkan pidana penjara paling singkat lima tahun.

"Dalam satu poin PP disebutkan, bila pelaku divonis lima tahun tidak akan mendapatkan remisi. Akibat keberatan dengan PP, akhirnya terjadi kericuhan di lapas,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2013).  

Suasana semakin tidak terkendali saat sejumlah tahanan mulai bersikap anarkis, dengan merusak fasilitas lapas. Sehingga, kaca-kaca dalam lapas pecah, dan para narapidana memaksa membuka gerbang utama lapas, hingga 62 penghuni lapas kabur.

“Jumlah penghuni lapas ada 288 orang. 278 pria dan 10 orang wanita,” ujarnya.

Dari 62 penghuni lapas yang kabur, 54 orang di antaranya narapidana, dan delapan orang tahanan titipan polisi.

“Saat ini 21 orang sudah kembali ditangkap. 19 orang sudah berada di lapas, dan dua orang masih dititipkan di tahanan Mapolres Indragiri hilir, Riau,” jelas Agus.

Dari 19 penghuni lapas yang sudah kembali, 12 di antaranya adalah narapidana, dan tujuh lainnya tahanan titipan polisi.

Sebanyak 54 orang narapida yang lari, 36 di antaranya pelaku tindak pidana umum, dan 18 orang pelaku tindak pidana narkotika.

Halaman
12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help