Jumat, 31 Juli 2015
Tribunnews.com

Pilkada Sulsel: Inilah Penjelasan Mengapa Sayang Menang

Selasa, 22 Januari 2013 20:01 WIB

Pilkada Sulsel: Inilah Penjelasan Mengapa Sayang Menang
Tribun Timur/Rudhy
Kampanye pasangan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Numang (Sayang) yang dilaksanakan di Lapangan Bakti, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara didatangi puluhan ribu massa pendukung Sayang, Jumat (11/1/2013).

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sayang menang di 17 kabupaten/kota, IA di enam kabupaten/kota, dan Garuda-Na di satu kabupaten.

Demikian hasil penghitungan cepat (quick count) Indo Barometer yang diperoleh Tribun-Timur.com (TRIBUNnews.com Network), Selasa (22/1/2013).

Sayang adalah nama pasangan incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, duet nasionalis yang dimotori Partai Golkar.

Sedangkan IA adalah pasangan nasionalis-religius Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakar yang dimotori Partai Demokrat dan PKS.

Pasangan nasionalis lainnya, Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir (Garuda-Na), dimotori Partai Gerindra dengan kostum kebesaran baju kotak-kotak ala Jokowi-Ahok.

Sayang memenangkan Pilkada Sulsel, menurut quick count tersebut, dengan 54,28 persen.

Di tempat kedua IA dengan 39,86 persen. Garuda-Na di posisi tiga dengan 5,86 persen.

Melihat hasil quick count Indo Barometer, dua hal utama terlihat dalam perolehan suara.

Pertama, di daerah-daerah non-Muslim, pasangan Sayang menang telak atas pasangan IA. Hal itu terlihat di Toraja dan Toraja Utara.

Bahkan di Makassar, basisnya IA, Sayang menang telak di kawasan Pecinan seperti Kelurahan Melayu Baru, Patunuang, dan Ende. Muncul isu yang kuat mengenai penerapan syariat Islam yang cukup telak merontokan pasangan IA.

Halaman1234
Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas