• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

Oknum Polisi Diduga Peras Pengusaha

Rabu, 23 Januari 2013 01:04 WIB
Oknum Polisi Diduga Peras Pengusaha
IST
Ilustrasi pemerasan

TRIBUNNEWS.COM,BALIKPAPAN--Oknum anggota Polda Kaltim dilaporkan ke Polda Kaltim karena diduga melakukan pemerasan terhadap pengusaha. Pengusaha tersebut bernama Mulyadi, pemilik Bengkel 22 yang beralamat di Jl Somber Baru, Kecamatan Balikpapan Utara.

Mulyadi melaporkan oknum polisi bernama Dian Mastatrianto dan warga bernama Haris Siahaan. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta menjelaskan, laporan bernomor STPL/B/30/I/2013/SPKT itu diterima pada 21 Januari.

"Korban melaporkan adanya dugaan pemerasan dan penipuan yang diduga dilakukan oknum anggota Polda Kaltim," ujar Wisnu, Selasa (22/1) saat diwawancara di ruang kerjanya.

Dalam laporan ini, korban menyampaikan bahwa dugaan pemerasan dan penipuan tersebut terjadi sekitar Juni 2011. Wisnu menegaskan, meskipun yang dilaporkan melakukan pemerasan ini salah satunya adalah anggota Polda Kaltim, pihaknya tetap akan memproses laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Siapapun kalau terbukti bersalah akan kita tindak. Apalagi kalau benar ada polisi yang melakukan pemerasan, tentunya sanksi bisa lebih berat," ujarnya.

Saat ini, Polri tengah mencanangkan program "bersih-bersih". Salah satunya kata Wisnu, adalah membersihkan institusi Polri dari oknum polisi yang melakukan kejahatan, seperti narkoba dan pemerasan.

Secara terpisah, kuasa hukum Bengkel 22, Riri Azwari Lubis, saat ditemui di Mapolda kemarin menyampaikan bahwa kliennya melaporkan anggota Polda Kaltim bernama Dian lantaran merasa diperas dan telah ditipu.

Ia menjelaskan, hal ini bermula dari sengketa tanah milik kliennya dengan pengusaha lain. Adapun yang menjadi lokasi tanah sengketa tersebut berada di Jl Somber Baru, berbatasan dengan Sungai Somber.

"Kliennya saya diperas oleh Dian dan Haris, dengan alasan untuk menyelesaikan sengketa tanah tersebut," kata Riri.

Saat ditemui kemarin, Riri dan Mulyadi tengah berada di ruang pelayanan dan pengaduan Bid Provost Propam Polda Kaltim. Pihaknya berencana melaporkan Dian ke Propam, atas dugaan pemerasan dan keberpihakannya kepada salah satu pengusaha dalam sengketa tanah yang tengah dihadapi oleh Bengkel 22.

Tribun yang turut menyaksikan pertemuan itu sempat berkomunikasi dengan Dian, yang berjanji mengembalikan uang Rp 60 juta yang diterimanya dari Bengkel 22. "Nanti saya akan kembalikan," ujarnya disaksikan salah seorang anggota Provost Polda Kaltim.

Di pertemuan itu, Dian juga menyetujui untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Menanggapi hal ini, Bengkel 22 juga sempat menyatakan pihaknya akan tetap memproses kasus dugaan pemerasan dan penipuan ini di ranah pidana.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1358422 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas