Jubir Sayang: Kasus Penganiayaan Bupati Wajo Upaya Pengalihan Isu

Selasa, 29 Januari 2013 00:28 WIB

Jubir Sayang: Kasus Penganiayaan Bupati Wajo Upaya Pengalihan Isu
Tribun Timur, Rudhy
Pasca pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 22 Januari 2013, kandidat nomor 2 Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu mang memanfaatkan waktunya untuk bersantai ria di warkop Olala,di kawasan Panakukang,

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Juru Bicara  pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, Henny Handayani menegaskan bahwa kasus dugaan penganiayaan yang diduga Bupati Wajo Burhanuddin Unru beberapa waktu lalu adalah tudingan serta upaya pengalihan isu dari praktik money politik yang diduga dilakukan oknum aparat Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

"Kasus itu merupakan bentuk upaya untuk menggiring opini publik serta pengalihan isu dari kasus yang sebenarnya yakni tindakan money politik yang dilakukan pejabat Pemda Kolut," tegas Henny kepada Tribun saat dikonfirmasi di Media Center Sayang Jl Haji Bau, Senin (28/1).

Mantan Ketua Badko HMI Sulselbar ini menyebutkan, tudingan penganiayaan adalah akibat yang ditimbulkan dari praktik money politik yang dilakukan sejumlah aparat dari Kolaka Utara yang terbangun secara sistematis untuk kepentingan pemenangan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).

"Mestinya aparat kepolisian khususnya Polda Sulsel bisa melihat substansi seperti apa masalah yang sebenarnya. Dan meminta agar kasus politik uang uang dilakukan Sekda Kolut ikut diusut. Jangan justru tebang pilih," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Tim Hukum pasangan Sayang, Amirullah Tahir. Kepada Tribun Timur (TRIBUNnews.com Network), dia mengatakan, jika polisi harus kembali ke materi masalah sebelumnya atau pokok permasalahannya.

"Karena itu pelanggaran UU pilkada. Money politics memang secara terstruktur dilakukan oleh sejumlah oknum aparat dari Kolaka Utara. Jadi polisi dan Panwas harus usut itu," kata Amirullah.

Halaman
12
Editor: Dahlan Dahi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help