Rabu, 5 Agustus 2015
Tribunnews.com

Kucing Melahirkan Anak Ayam

Sabtu, 2 Februari 2013 04:48 WIB

Kucing Melahirkan Anak Ayam
IST
Seorang bocah melihat anak ayam di antara anak-anak kucing yang baru dilahirkan di Desa Semiring, Situbondo.

TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO - Ada-ada saja cerita di muka bumi ini. Seekor kucing bisa melahirkan seekor anak ayam. Kisah unik ini dialami si Meong milik seorang janda di Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur.

Tepatnya Rabu (23/1/2013) lalu, induk kucing Jumani melahirkan. Dari empat anak yang dilahirkan kucing peliharaan Jumani (44), hanya satu yang berwujud anak ayam. Tiga ekor lainnya lahir normal, seperti anak kucing umumnya.

Sulit dipercaya, tapi itulah cerita unik yang membuat heboh Desa Semiring. Merebaknya kucing melahirkan anak ayam itu sontak membuat heboh. Warga yang penasaran pun berbondong-bondong mendatangi rumah sang janda untuk menyaksikan anak ayam beribu kucing berbulu putih dominan itu.

"Saya tidak mengada-ada, anak ayam itu benar-benar dilahirkan kucing milik saya. Buat apa saya berbohong, saya ini orang awam. Tak punya maksud apa-apa. Makanya, saya tidak mau memaksa orang untuk percaya. Saya justru risih banyak orang yang melihat. Takut induknya tak mau lagi (mengurus) sama anaknya," kata Jumani di rumahnya, seperti dikutip Tribunnews dari Jurnaldunia.com, Sabtu (2/2/2013).

Jumani mengungkapkan, semula ia juga tak percaya kucing kesayangannya melahirkan anak ayam. Jumani mengaku baru tahu kucingnya melahirkan saat mendengar suara anak ayam dari dalam lemari pakaiannya.

Begitu dibuka, ternyata kucingnya melahirkan dalam lemari itu. Betapa terkejutnya, ketia menatap satu dari anak kucingnya berupa anak ayam. Kala itu, kata Jumani, kondisi induk kucing dan semua anak kucing masih basah.

"Anak ayamnya itu juga masih basah. Waktu saya lihat semuanya masih dijilati sama induknya, termasuk anak ayam itu. Tak ada pecahan telur, saya yakin anak ayam itu lahir dari rahim induk kucing itu. Saya tak bilang ke siapa-siapa, hanya satu keluarga yang tahu. Setelah itu banyak orang yang datang, tak tahu siapa yang menyebarkan," tandas Jumani.

Halaman123
Penulis: Albert Joko
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas