Bawa Karinding Cisero Hingga Meksiko

Mmerupakan alat kesenian tradisional Sunda buhun yang terbuat dari bambu

Bawa Karinding Cisero Hingga Meksiko
Net
karinding

TRIBUNNEWS.COM -- KARINDING merupakan alat kesenian tradisional Sunda buhun yang terbuat dari bambu. Salah satu tempat pembuatan alat musik tiup itu berada di RT 03/RW 04 Kampung Cisero, Desa Sudi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Di teras sebuah rumah, enam orang pria duduk bersila. Mereka asyik memainkan lagu bernuansa Sunda ciptaan mereka sendiri yang berjudul Mangsa Nu Bakal Datang.

Keenam pria ini pun memamerkan kemahiran memainkan alat musik tradisional berbahan bambu yang mereka buat sendiri. Tiga di antaranya memainkan karinding, sedangkan dua lainnya memainkan suling bambu dan celempung.

Saru dari ketiga pria yang memainkan karinding itu merupakan pembuat semua alat musik yang mereka mainkan. Adalah Aldian (29) yang membuat alat musik Sunda tradisional, seperti karinding, celempung, toleat, gambang, gong tiup, saluang, celempung renteng, suling bambu, calung, kohkol, dan semua alat musik lainnya yang berbahan bambu.

"Sejak tahun 1998 saya sudah membuat semua alat musik berbahan bambu, termasuk karinding," ujar Aldian.

Aldian mengatakan semua karyanya merupakan hasil belajar selama dua bulan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Awalnya, mantan pemain band Death Metal Bandung ini hanya melihat mahasiswa STSI memainkan karinding. Ia kemudian tertarik hingga akhirnya meninggalkan grup bandnya dan mencoba membuat karinding di rumah meski buatan pertamanya tak sepenuhnya berhasil.

"Sebagai urang Sunda, saya terdorong ingin meneruskan sekaligus melestarikan seni dan budaya Sunda yang mengalir di tubuh saya," ujar Aldian, yang mengaku kakeknya, almarhum Aki Aja, merupakan pemain kecapi terkenal di Kecamatan Paseh pada masanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Aldian makin mahir membuat karinding. Ia pun mahir memainkan alat musik tersebut. Bersama sejumlah pemuda di kampungnya, Aldian kerap berlatih bersama. Tujuannya ingin mengenalkan alat musik asli Sunda tersebut kepada para pemuda dan masyarakat yang mulai berpaling terhadap alat musik ini.

"Alat-alat musik ini dibeli anak-anak sekolah yang kebetulan berlatih bersama saya di sanggar. Mereka ingin membeli karena tertarik bermain karinding bersama dan berlatih di rumah," kata Aldian.

Lantas Aldian pun mencoba menjual karinding buatannya ke tempat lain. Tujuannya pun tak berbeda ketika menjual karindingnya ke galeri-galeri di tempat wisaya yang ada di Kabupaten Bandung, seperti Ciwidey dan Tangkubanparahu yang kini berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help