Petugas Lapas Akui Terima Suap dari Napi

Kakanwil Kemenkumham Aceh, Dr Yatiman Edy SH MHum membenarkan informasi bahwa Jamaluddin

Petugas Lapas Akui Terima Suap dari Napi
net
Ilustrasi suap

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH -- Kakanwil Kemenkumham Aceh, Dr Yatiman Edy SH MHum membenarkan informasi bahwa Jamaluddin menyuap petugas berinisial Tf dan Ar Rp 1,5 juta.

Tf selaku petugas LP menerima Rp 1 juta, ia yang mengawal Jamaluddin hingga ke Padang, Sumatera Barat dan akhirnya napi itu kabur. Sedangkan Ar yang ketika itu menjabat Kasi Kamtib LP Banda Aceh menerima suap Rp 500 ribu untuk meloloskan Jamaluddin.

“Informasi ini sesuai pengakuan keduanya ketika diperiksa petugas Kanwil Kemenkumham Aceh, sehingga mereka dikenakan sanksi disiplin. Tf dipindahkan sebagai pegawai administrasi ke Cabang Rutan Calang, Aceh Jaya dan diturunkan pangkat dari 2B menjadi 2A. Sedangkan Ar dinonjobkan ke Kanwil Kemenkumham Aceh. Sanksi ini masing-masing selama setahun,” kata Yatiman menjawab Serambi.

Tak hanya suap itu, menurut Yatiman, Tf dan Ar tergiur janji Jamaluddin bahwa ia akan menyerahkan lagi uang kepada keduanya setelah napi itu berhasil mengumpulkan uang dari penjualan narkoba kepada rekan-rekannya di Medan, Sumut.

Kedua petugas itu juga tidak menyangka Jamaluddin kabur, selain tetap dikawal Tf, napi itu juga berjanji keluar hanya untuk mengutip uang penjualan narkoba di Medan dan Padang, Sumbar

“Apa pun alasannya, kedua petugas itu salah sehingga telah dikenakan sanksi disiplin. Persoalan pidana kami serahkan ke polisi untuk memproses. Saya tekankan seluruh petugas LP, rutan, dan cabang rutan, jangan pernah percaya pada napi sehingga memberi kelonggaran. Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan Polres Pidie, berkat kerjasama mereka, Jamaluddin yang sudah hampir enam bulan kabur, berhasil ditangkap,” ujar Yatiman.(Serambi Indonesia/sal)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved