• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Harga Bawang Putih dan Merah Meroket di Ponorogo

Sabtu, 9 Februari 2013 15:13 WIB
Harga Bawang Putih dan Merah Meroket di Ponorogo
Tribun Manado/Rizky Adriansyah
Pedagang dan pembeli beraktivitas pada sebuah toko yang menjual bawang di kawasan Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (15/1/2013). Kelangkaan stok bawang akibat cuaca yang tak menentu, berdampak pada naiknya harga bawang merah lebih dari 50 persen sejak awal tahun ini. Saat ini perkilonya mencapai Rp 23 ribu dari sebelumnya Rp 15 ribu. (Tribun Manado/Rizky Adriansyah)

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Harga komoditas bawang putih mengalami kenaikan 2 kali lipat dibandingkan harga sepekan sebelumnya. Jika sepekan lalu, harganya hanya berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 16.000 per kilogram, kini sehari menjelang Imlek naik menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Kenaikan harga bawang putih hingga 2 kali lipat ini, selain disebabkan telatnya pasokan bawang merah dari para pengepul dan pemasok dari Pelabuhan Surabaya, juga disebabkan permintaannya meningkat untuk perlengkapan dan kelengkapan perayaan Tahun Baru Imlek ke- 2564.

Kenaikan itu, tidak hanya terjadi pada komoditas bawang putih, akan tetapi juga terjadi pada komoditas bawang merah. Jika sepekan lalu harganya hanya Rp 6.000 hingga Rp 7.000, kini naik menjadi Rp 11.000 sampai Rp 13.000 untuk yang basah dan Rp 16.000 per kilogram untuk bawang merah kering.

Salah seorang konsumen, wulan (37) mengatakan jika kenaikan 2 kali lipat bawang putih dan bawang merah itu terjadi sejak sepekan lalu. Padahal, sejak menjelang Imlek ini, permintaan bawang merah dan putih terus mengalami peningkatan.

"Saya sebagai konsumen maunya beli dalam jumlah banyak, tetapi terpaksa dikurangi karena harganya naik 2 sampai 3 kali lipat," terangnya kepada Surya (tribunnews, group), Sabtu (9/2/2013).

Selain itu, perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo ini menjelaskan tidak hanya bawang merah dan bawang putih yang harganya melambung di pasaran, harga daging sapi juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 80.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 75.000 per kilogram.

"Kalau daging tidak masalah, masih ada alternatif lauk lainnya. Tetapi kalau masak tidak menggunakan bawang merah dan bawang putih pasti akan kurang sedap," papar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Ponorogo itu.

Hal ini dibenarkan salah seorang pedagang bawang merah dan putih di Pasar Tradisional Jetis, Nyomi (50). Menurutnya, kenaikan harga bawang putih dan bawang merah di pasaran baru sekitar sepekan terakhir. Nyomi yang mengaku mengambil bawang dari pengepul di pasar Songgolangit Ponorogo.

Menurutnya, kenaikan harga itu tidak hanya disebabkan telatnya pasokan, akan tetapi juga disebabkan turunya produktivitas bawang dari sejumlah daerah penghasil komuditas bumbu dapur ini, sejak adanya musim hujan.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1422242 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas