• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Wartawan Polisikan Ketua DPRD Bolaang MongondowTimur

Minggu, 10 Februari 2013 06:16 WIB
Wartawan Polisikan Ketua DPRD Bolaang MongondowTimur
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribun Manado, Aldi Ponge

TRIBUNNEWS.COM, BOLMONG - Kapolres Bolaang Mongondow (Bolmong) AKBP Hisar Siallagan, serius mengusut laporan wartawan, terkait dugaan penghinaan profesi.

Menurut Kapolres, pihaknya serius menangani laporan Chendry Mokoginta, wartawan Koran Radar Totabuan bersama rekan-rekan sesama wartawan yang bertugas di Kabupaten Bolaang Mongondor Timur (Boltim), terkait dugaan penghinaan profesi wartawan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Boltim Sumardia Modeong.

“Tapi kami lihat dulu konstruksi pasalnya,” ujar Hisar, Sabtu (9/2/2013).

Hisar menjelaskan, jika ada bukti-bukti yang bisa menguatkan laporan dari wartawan, maka akan ditindak sesuai hukum.

“Kalau memang bukti kuat akan kami proses, tanpa pandang bulu,” tegas Hisar.

Kasus ini berawal dari pemberitaan sejumlah wartawan,  terkait kasus dugaan korupsi dana makan minum di DPRD Boltim, sebesar Rp 600 juta.

Sumardia selaku Ketua Dewan, berang atas pemberitaan itu. Ia menganggap kasus tersebut telah usai. Katanya, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus tersebut hanya kesalahan administrasi. Sumardia juga keberatan dengan fotonya yang dipasang di media, berdampingan dengan pemberitaan tersebut.

Ia beralasan, berita negatif tersebut seolah menuduhnya tersangka, padahal polisi belum memeriksanya. Sumardia pun menuding sejumlah wartawan sebagai pers yang tidak beretika.

Tak terima dengan kejadian tersebut dan menganggap berita berdasarkan narasumber berkompeten, yakni Kapolres Bolmong, Chendry dan teman-temannya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Urban Kotabunan, Rabu (6/2/2013) lalu.
 
Sebelumnya, Kapolres Bolmong mengatakan kasus tersebut tidak pernah dihentikan. Ia membantah adanya isu penghentian penyelidikan kasus yang diduga melibatkan oknum Ketua DPRD dan Sekretaris Dewan (Sekwan).

“Saya sejak berada di Bolmong belum ada satu perkara yang dihentikan penyelidikannya atau penyidikan. Belum ada surat penghentian penyelidikan dan penyidikan,” jelas Hisar. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Manado
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas