• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Wali Kota Palopo Transfer Uang Diduga Hasil Korupsi ke Jakarta

Selasa, 12 Februari 2013 03:14 WIB
Wali Kota Palopo Transfer Uang Diduga Hasil Korupsi ke Jakarta
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Kasus dugaan korupsi dana pendidikan gratis Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo 2011 menjalar ke Jakarta. Perkembangan terkini kasus tersebut terungkap dalam pemeriksaan lanjutan Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng sebagai tersangka kasus itu di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (11/2/2013).

Tenriadjeng menjalani pemeriksaan kedua pascaditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Nur Alim Rachim, mengatakan, dalam pemeriksaan itu penyidik menemukan fakta baru terkait aliran dana Rp 7 miliar yang disebut diambil wali kota dua periode tersebut di sejumlah SKPD.

Dikatakan, uang tersebut diduga kini sudah berpindah tangan ke pihak ketiga. Itu setelah Tenriadjeng mengakui mentransfer sejumlah uang kepada salah seorang yang beralamat di Jakarta. "Dia (Tenriadjeng) mengaku pernah mentransfer uang itu ke salah satu rekening bank swasta yang beralamatkan di Jakarta," ujar Alim.

Hanya saja pihak penyidik tak membeberkan secara rinci terkait siapa pemilik rekening tersebut. "Belum bisa kami publikasikan. Yang jelas uang tersebut ditranfer via bank," tegas Alim.

Kejati mengaku sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan hal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan juga ditemukan bahwa dalam proses pengambilan dana, Tenriadjeng menggunakan jasa stafnya berinisial M. Staf ini sekaligus bertugas sebagai kurir yang mencairkan dan mengatarkan uang ke balaikota.

Kepada penyidik Tenriadjeng juga menyerahkan laporan harta kekayaannya. Alim mengatakan tak ada pergerakan signifikan terhadap harta kekayaan orang kerap disapa Opu tersebut. "Tapi itu bukan berarti tersangka tak melakukan penyelewengan. Ini malah semakin mempertegas bahwa dia mengambil uang negara untuk kepentingan pribadi," jelas mantan Kasi Intel Kejari Parepare ini.

Tekait upaya penahan oleh pihak kejaksaan, Alim mengatakan masih mencermati perkembangan pemeriksaan selanjutnya. "Pemeriksaan tak berhenti sampai ini, kami masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan," katanya.

Tenriadjeng tak sedikitpun memberikan pernyataan usai pemeriksaan. Mantan Dirut PDAM Kota Makassar itu langsung bergegas ke mobil pribadinya.

Tendriajeng sendiri diperiksa kurang lebih enam jam. Ia didampingi empat orang pengacaranya masing Jamaluddin Rustam, Muhtar Saenong, Zainuddin Abbas, dan Umar Laila. Tampak aktivis asal Palopo, Muhlic Balanca.

Jamaluddin mengatakan, kliennya itu sudah membawa seluruh dokumen yang dibutuhkan penyidik seperti laporan harta kekayaan maupun SK wali kota dari Gubernur Sulsel.

Jamaluddin kembali menegaskan bahwa kliennya itu mengambil uang dengan dalih pinjaman sementara.
"Jumlahnya pun tak sampai Rp 7 miliar seperti yang diungkapkan penyidik, melainkan hanya Rp3,9 miliar, itupun sudah dikembalikan Rp3,1 miliar," ujar Jamaluddin.

Terkait peruntukan uang tersebut Jamaluddin mengatakan sepenuhnya untuk kepentingan pribadi.(Tribun Timur/cr3)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1430772 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas