Selasa, 4 Agustus 2015
Tribunnews.com

Wali Kota Palopo Transfer Uang Diduga Hasil Korupsi ke Jakarta

Selasa, 12 Februari 2013 03:14 WIB

Wali Kota Palopo Transfer Uang Diduga Hasil Korupsi ke Jakarta
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Kasus dugaan korupsi dana pendidikan gratis Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo 2011 menjalar ke Jakarta. Perkembangan terkini kasus tersebut terungkap dalam pemeriksaan lanjutan Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng sebagai tersangka kasus itu di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (11/2/2013).

Tenriadjeng menjalani pemeriksaan kedua pascaditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Nur Alim Rachim, mengatakan, dalam pemeriksaan itu penyidik menemukan fakta baru terkait aliran dana Rp 7 miliar yang disebut diambil wali kota dua periode tersebut di sejumlah SKPD.

Dikatakan, uang tersebut diduga kini sudah berpindah tangan ke pihak ketiga. Itu setelah Tenriadjeng mengakui mentransfer sejumlah uang kepada salah seorang yang beralamat di Jakarta. "Dia (Tenriadjeng) mengaku pernah mentransfer uang itu ke salah satu rekening bank swasta yang beralamatkan di Jakarta," ujar Alim.

Hanya saja pihak penyidik tak membeberkan secara rinci terkait siapa pemilik rekening tersebut. "Belum bisa kami publikasikan. Yang jelas uang tersebut ditranfer via bank," tegas Alim.

Kejati mengaku sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan hal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan juga ditemukan bahwa dalam proses pengambilan dana, Tenriadjeng menggunakan jasa stafnya berinisial M. Staf ini sekaligus bertugas sebagai kurir yang mencairkan dan mengatarkan uang ke balaikota.

Kepada penyidik Tenriadjeng juga menyerahkan laporan harta kekayaannya. Alim mengatakan tak ada pergerakan signifikan terhadap harta kekayaan orang kerap disapa Opu tersebut. "Tapi itu bukan berarti tersangka tak melakukan penyelewengan. Ini malah semakin mempertegas bahwa dia mengambil uang negara untuk kepentingan pribadi," jelas mantan Kasi Intel Kejari Parepare ini.

Halaman123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas