• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

Bontang Pelopor Sekolah Inklusi

Selasa, 19 Februari 2013 21:54 WIB
Bontang Pelopor Sekolah Inklusi
www.mefsmanti.co
Ilustrasi peserta mengerjakan soal seleksi UMPTN

TRIBUNNEWS.COM  BONTANG, - Pemerintah Kota Bontang meluncurkan program sekolah inklusi  yang menggabungkan pelajar dari sekolah reguler dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Peluncuran sekolah inklusi yang digelar di Gedung Olahraga Pupuk Kaltim, Selasa (19/2) kemarin, berlangsung meriah dengan kehadiran puluhan ABK dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bontang.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus P2KLK, Kementrian Pendidikan  Mudjito, Walikota Bontang Adi Darma, Wawali Isro Umarghani, Ketua DPRD Bontang Neni Moernieni, puluhan guru SLB, serta ratusan pelajar se- Kota Bontang.

Walikota Bontang Adi Darma dalam sambutannya mengungkapkan peluncuran sekolah  inklusi merupakan tonggak baru bagi dunia pendidikan di Bontang sebagai pelopor pendidikan inklusi di Indonesia. Program ini tindak lanjut dari rencana pembangunan autis centre di Bontang tahun 2013 yang sepenuhnya didanai oleh APBN sebesar Rp 4,3 miliar. "Ini tonggak baru bagi pendidikan kita. Bontang menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang secara resmi menjalankan sekolah inklusi," ujar Walikota  

Ia mengungkapkan kebijakan sekolah inklusi ditempuh guna meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang, sekaligus memberikan kesempatan kepada ABK mendapatkan hak belajar yang sama dengan siswa sekolah reguler. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan tuntas berkualitas yang dicanangkan pemerintah. "Jadi visi pendidikan tuntas berkualitas itu tidak hanya ditujukan bagi siswa sekolah reguler, tapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada anak berkebutuhan khusus," paparnya.

Diakui, selama ini siswa berkebutuhan khusus hanya mendapat pendidikan secara terpisah melalui sekolah luar biasa (SLB) baik yang berstatus sekolah negeri maupun yang didirikan oleh lembaga pendidikan swasta. Meski berjalan baik, konsep ini dinilai masih perlu diperbaharui dengan memberikan kesempatan kepada siswa ABK untuk mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan pelajar dari sekolah reguler.

"Pengembangan sekolah inklusi ini sangat penting sebagai wujud dari komitmen pemerintah menciptakan konsep pendidikan yang mengedepankan nilai humanisme dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan di kalangan siswa berkebutuhan khusus," katanya.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus P2KLK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, Mudjito, memberikan apreasiasi atas komitmen Pemkot Bontang menyelenggarakan sekolah inklusi. Menurutnya, pendidikan inklusif merupakan salah satu komponen yang harus dikembangkan demi tercapainya pendidikan yang setara bagi ABK.

Diakui, secara nasional akses bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengecam pendidikan di bangku sekolah reguler masih sangat terbatas. Karenanya, terobosan yang ditempuh Dinas Pendidikan Bontang, yang mencanangkan sebagai pelopor pendidikan inklusif di Kaltim patut mendapat dukungan semua pihak. "Komitmen Pemkot Bontang untuk menjalankan sekolah inklusi sungguh sebuah terobosan mulia yang patut mendapat dukungan semua pihak," beber Mudjito, saat ditemui usai menghadiri peluncururan sekolah inklusi di GOR PKT Bontang.
Selain me-launching sekolah inklusi, Walikota Bontang Adi Darma, didamping Wawali Isro Umarghani dan Ketua DPRD Bontang Neni Moerniaeni juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada puluhan anak berkebutuhan khusus. Di antaranya bantuaan kursi roda, bantuan alat bantu pendengaran bagi sejumlah penderita tuna rungu. (don)

Target 5 Tahun

Kepala  Dinas Pendidikan Bontang, Drs Dasuki menargetkan paling lama 5 tahun kedepan seluruh sekolah negeri di Bontang, mulai dari tingkat SD sampai SMU/sedejarat sudah bisa menjalankan pendidikan inklusi. Target waktu lima tahun ini dicanangkan mengingat, kebijakan untuk menetapkan sebuah sekolah bisa menerima anak berkebutuha khusus (ABK) tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dibutuhkan, persiapan yang matang guna menyiapkan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan khusus mendampingi ABK. "Target kami 5 tahun ke depan, semua sekolah negeri di Bontang sudah bisa menerima ABK," ujar Dasuki, saat ditemui disela-sela acara pencanangan Bontang sebagai pelopor sekolah inklusif, di GOR PKT, Selasa (19/2) kemarin.

Ia mengungkapkan untuk tahap awal, pihaknya sudah menyiapkan 24 sekolah yang akan menjadi pelopor sekolah inklusi di Bontang. sebanyak 3 sekolah diantaranya, yakni SMP Negeri 2, SD Negeri 003 Bontang Utara, SD Negeri 010 Bontang Selatan, akan dijadikan pilot project, dan diproyeksikan sudah bisa menerima anak berkebutuhan khusus tahun ini. "Untuk tahap awal, kami canangkan 24 sekolah inklusi dalam 1-2 tahun mendatang. Tapi sebagai pilot project tahun ini baru dibuka 3 sekolah," katanya.

Dasuki mengakui tidak mudah untuk mengembangkan sekolah inklusi di Bontang. Sebab dibutuhkan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang memiliki kemampun dan sertifikasi mengajar anak-anak berkebutuhan khusus.  Untuk itu, Disdik kata Dasuki akan menyiapkan GPK melalui 3 program, jangka pendek, menengah dan program jangka panjang.

Untuk jangka pendek,  akan berikan pelatihan dan workshop singkat bagi guru sekolah reguler sebagai bentuk pengenalan awal metode pengajaran ABK. Sedang untuk program jangka menengah, Disdik akan mengirim 20 guru yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S-1, mengikuti kursus atau pelatihan selama 1 tahun di lembaga pendidikan luar biasa yang berkompeten.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah akan menggelontorkan beasiswa penuh bagi 20 alumni SMA berprestasi tahun 2013 ini untuk mendalami pendidikan guru inklusi hingga jenjang pendidikan S-1. "Fokus kami sekarang adalah menyiapkan SDM yang andal," paparnya.

Diakui, saat ini jumlah anak berkebutuhan khusus di Bontang yang menimba ilmu di sejumlah sekolah sebanyak 304 anak. Sebanyak 104 di antaranya sudah duduk di bangku sekolah reguler kendati belum sepenuhnya mendapat pelayanan standar sekolah inklusi.

 Sementara sisanya sekitar 200 ABK menempuh pendidikan di SLB baik negeri maupun swasta. "Makanya penting bagi kita untuk menyegerakan pengembangan sekolah inklusi mengingat jumlah siswa ABK di Bontang cukup besar. (don)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1460862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas