• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Makan dan Minum PNS Klaten Dipajaki 10 %

Selasa, 19 Februari 2013 20:05 WIB
Makan dan Minum PNS Klaten Dipajaki 10 %
ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Menimbang besarnya nilai anggaran dan meningkatkan pendapatan bersumber dari pajak, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) akan memberikan pajak sebesar sepuluh persen dari belanja dan minum masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Dengan besar anggaran Rp 13 miliar untuk makan dan minum, maka potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan bertambah Rp 1,3 miliar.

“Kami sudah koordinasi dengan Bidang Keuangan agar setiap pencairan dana yang diajukan setiap SKPD, mereka juga melampirkan laporan pajak. Jika tidak menyertakan laporan pajak sekalian, maka dana ajuan pencairan tidak akan diberikan,” tutur Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPPKAD Klaten, Andrainto, di Klaten, Selasa (19/2/2013).

Sementara itu salah satu anggota DPRD Klaten dari Fraksi PPP, Muslim Dadil meminta anggaran belanja untuk makan dan minum setiap SKPD dipergunakan tidak berlebih, dan yang paling utama belanja makan dan minum di wilayah Klaten, bukan ke luar kota.

“Kami menyarankan supaya belanja jangan di luar Klaten. Sapta Matra. Warga Klaten selalu dikejar-kejar untuk membayar pajak, namun belanja-belanja di luar Klaten. Kalau ingin memajukan produk Klaten kenapa harus belanja di luar Klaten,” tambahnya.

Berdasarkan APBD 2013, anggaran belanja makan dan minum sebesar Rp 13 miliar, terinci dalam tiga jenis. Pertama untuk makan minum dalam rapat-rapat, dengan angka mencapai Rp 9,4 miliar, konsumsi harian pegawai sebesar Rp 1,06 miliar, dan makan serta minum untuk menjamu tamu senilai Rp 2,51 miliar. (*)

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1460492 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas