• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Sumiyati Takut Setengah Mati Lihat Motor Tabrak Panser

Selasa, 19 Februari 2013 08:08 WIB
Sumiyati Takut Setengah Mati Lihat Motor Tabrak Panser
Tribun Jogja/Hanan Wiyoko
Sepeda motor Yamaha Vega dikeluarkan dari kolong panser dalam kondisi ringsek. Dua pengendara motor meninggal karena menabrak iring-iringan panser, Senin (18/2/2013) pagi di jalan raya Ajibarang, Banyumas.

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Sekitar pukul 04.30 WIB, Sumiyati (37) sedang berkemas pulang berjualan nasi. Ia sedang berdiri di dalam lapak tendanya ketika mendengar suara sirine meraung dari arah timur. Perempuan ini sempat mengetahui ada iring-iringan kendaraan tempur yang melaju kencang.

Setiap harinya, warga Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah ini berjualan nasi rames di tepi jalan raya Purwokerto-Ajibarang. Lokasinya persis di timur SMPN 1 Ajibarang.

"Ya saya dengar ada sirine dari arah timur, banyak kendaraan tempur yang lewat," kata Sumiyati yang akrab dipanggil Bu Umi ini, Senin (18/2/2013) malam.

Saat bersamaan, Umi melihat bus PO Sinar Jaya melaju pelan dari arah barat ketika berpapasan dengan konvoi militer. Di belakang bus, kata Umi, melaju sepeda motor Yamaha Vega yang tiba-tiba menyalip bus. Belakangan diketahui sepeda motor tersebut bernomor polisi R 4530 KE dikendarai oleh suami-istri, Ahmad Sohinun dan Rochidah, warga Desa Kalitapen RT 4 RW 3 Purwojati, Banyumas.

"Tiba-tiba ada suara benturan keras, bruuuk. Saya teriak-teriak minta tolong," kata Umi yang mengatakan pandangannya terhalang badan bus yang persis melintas pelan di depan warung.

Ia kemudian melihat, motor tersebut terseret panser hingga berpindah lajur ke kanan. Panser baru berhenti tepat di bawah pohon sekitar 10 meter dari warung Umi ke arah barat atau depan SMPN 1 Ajibarang. Kondisi motor remuk, sedangkan panser mengalami kerusakan di bagian roda kanan.

"Bapak pengendara motor meninggal di tempat, ibunya saya lihat masih bernafas. Lihat darah banyak saya takut setengah mati," kata Umi.

Pengendara dan pembonceng itu jatuh ke jalan raya, di marka jalan. Sedangkan motor keduanya terseret di bawah panser.

Ia kemudian melihat iring-iringan kendaraan militer menepi di lajur kiri. Karena takut, ia tak sempat menghitung berapa banyak mobil itu. Yang Umi lihat kemudian, para anggota TNI AD keluar dari dalam kendaraan. Mereka kemudian memeriksa dan menolong korban.

"Tentara itu tanggung jawab, mereka menolong korban. Saya kemudian tutup warung dan pulang, menenangkan diri," lanjut Bu Umi. Kata dia, saat kejadian kondisi jalan raya sedang sepi.

Pascakejadian, petugas Polantas Polres Banyumas melakukan olah TKP. Evakuasi panser dan motor baru dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB.

Penjelasan kronologis kecelakaan yang disampaikan Umi sama dengan Komandan Kompi Kaveleri Serbu 2 Semarang Kapten Widya Widihantoro.

"Kami mempergunakan pengawalan mobil patroli dari Polisi Militer, dari arah berlawanan ada bus, di belakang bus ini ada sepeda motor mencoba mendahului bus tersebut. Namun karena terlalu ke kanan sehingga menabrak kendaran kami yang nomor dua," kata Widya Widihantoro di lokasi kejadian.

Iring-iringan enam panser itu digunakan dalam pengamanan Pemilukada Banyumas, 17 Februari 2013 lalu. Informasi yang dihimpun, panser-panser akan dilibatkan dalam pengamanan kedatangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di daerah Guci, Tegal dalam waktu dekat.

Namun, Kapten Widya menyatakan panser akan ke Tegal selanjutnya kembali ke markas di Semarang, Jawa Tengah. (Hanan Wiyoko)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1457511 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas