Kamis, 2 April 2015
Tribunnews.com

Sumiyati Takut Setengah Mati Lihat Motor Tabrak Panser

Selasa, 19 Februari 2013 08:08 WIB

Sumiyati Takut Setengah Mati Lihat Motor Tabrak Panser
Tribun Jogja/Hanan Wiyoko
Sepeda motor Yamaha Vega dikeluarkan dari kolong panser dalam kondisi ringsek. Dua pengendara motor meninggal karena menabrak iring-iringan panser, Senin (18/2/2013) pagi di jalan raya Ajibarang, Banyumas.

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Sekitar pukul 04.30 WIB, Sumiyati (37) sedang berkemas pulang berjualan nasi. Ia sedang berdiri di dalam lapak tendanya ketika mendengar suara sirine meraung dari arah timur. Perempuan ini sempat mengetahui ada iring-iringan kendaraan tempur yang melaju kencang.

Setiap harinya, warga Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah ini berjualan nasi rames di tepi jalan raya Purwokerto-Ajibarang. Lokasinya persis di timur SMPN 1 Ajibarang.

"Ya saya dengar ada sirine dari arah timur, banyak kendaraan tempur yang lewat," kata Sumiyati yang akrab dipanggil Bu Umi ini, Senin (18/2/2013) malam.

Saat bersamaan, Umi melihat bus PO Sinar Jaya melaju pelan dari arah barat ketika berpapasan dengan konvoi militer. Di belakang bus, kata Umi, melaju sepeda motor Yamaha Vega yang tiba-tiba menyalip bus. Belakangan diketahui sepeda motor tersebut bernomor polisi R 4530 KE dikendarai oleh suami-istri, Ahmad Sohinun dan Rochidah, warga Desa Kalitapen RT 4 RW 3 Purwojati, Banyumas.

"Tiba-tiba ada suara benturan keras, bruuuk. Saya teriak-teriak minta tolong," kata Umi yang mengatakan pandangannya terhalang badan bus yang persis melintas pelan di depan warung.

Ia kemudian melihat, motor tersebut terseret panser hingga berpindah lajur ke kanan. Panser baru berhenti tepat di bawah pohon sekitar 10 meter dari warung Umi ke arah barat atau depan SMPN 1 Ajibarang. Kondisi motor remuk, sedangkan panser mengalami kerusakan di bagian roda kanan.

"Bapak pengendara motor meninggal di tempat, ibunya saya lihat masih bernafas. Lihat darah banyak saya takut setengah mati," kata Umi.

Halaman123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas