• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Umat Katolik Sanggau Khawatir Tertimpa Plafon Gereja saat Misa

Rabu, 20 Februari 2013 19:03 WIB

Umat Katolik Sanggau Khawatir Tertimpa Plafon Gereja saat Misa
TRIBUNNEWS.COM/HO/HENTAKUN
Plafon Gereja Yohanes Pemandi Kembayan, Sanggau, Kalimantan Barat runtuh. Kerusakan ini disesalkan umat, karena baru setahun setelah diresmikan, tapi sudah rusak, Selasa (19/2/2013).

TRIBUNNEWS.COM, SANGGAU- Umat Gereja Katolik Yohanes Pemandi Kembayan, Sanggau, Kalimantan Barat, kini bingung mencari tempat misa. Gereja mereka yang diresmikan dan diberkati Uskup Sanggau Mgr Julius G Mencuccini CP bersama Kepala Badan Pembangunan Perbatasan MH Munsin, 28 April 2012, kini rusak. Plafon gereja di bagian tengah, tak jauh dari altar, dan ambruk.

"Kami sudah mengutus dua orang untuk melaporkan ke Bapak Uskup Sanggau, gambar-gambar (rontoknya plafon) juga akan ditunjukkan ke Bapak Uskup," kata Edmundus Hasun, Ketua Lingkungan Gereja naas tersebut di Kembayan, Selasa (19/2).

Edmundus menambahkan, misa minggu depan kemungkinan tetap di gereja tersebut dengan memindahkan altar lebih maju ke kursi umat. Cara darurat ditempuh, sambil menunggu perbaikan, ada kemungkinan kembali ke kapel lama di pasar dalam.

Dana terkumpul untuk pembangunan gereja sebesar Rp 1,008 miliar. Dana itu diserahkan panitia kepada Uskup Sanggau. Kekurangan dana untuk pembangunan gereja , 60 persen lagi, dibiayai Keuskupan Sanggau. Pembangunan gereja tersebut sudah lama dinanti-nantikan umat Katolik setempat.

Sebab kondisi gereja lama yang terletak dipasar Kembayan, sudah rusak. Gereja lama dimakan usia, sudah puluhan tahun. Ukurannya pun kecil sehingga tidak mampu lagi menampung umat yang jumlahnya terus bertambah.

Sebelum diresmikan sudah kontroversial, terutama bentuk bangunan dan ornamen yang tidak mencirikan khas suatu daerah. "Kami sebenarnya ingin gereja tersebut dibuat dengan ciri khas Dayak, paling tidak ornamennya," kata Dede, umat lingkungan Kelompu.

Hajon, yang ditemui di gereja ketika bersama keluarganya memantau kerusakan itu menyesalkan keadaan gereja yang baru dibangun itu. Dia meminta agar ada penjelasan dari pihak terkait mengenai kondisi gereja ini.

Henny Florentina, umat lainnya, ragu andai harus sembayang di dalam gereja rusak itu. Dia khawatir justru bangunan flapon runtuh ketika misa berlangsung, "Kami sembahyang kembali ke Kuala Dua, atau Kapel lama saja," tutur dia lagi. (Hentakun)

Berita Lainnya

Editor: Domu D. Ambarita
0 KOMENTAR
1464831 articles 0 0
Default
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas