• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

Cagub dan Cawagub Jabar Saling Serang

Kamis, 21 Februari 2013 00:58 WIB
Cagub dan Cawagub Jabar Saling Serang
/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Lima pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur bergandengan mengangkat tangan bersama-sama seusai mengikuti acara Debat Kandidat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Barat di Bale Santika Kampus Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (14/2) malam. Acara yang disiarkan langsung KOMPAS TV ini para kandidat cagub dan cawagub Jabar mendapat pertanyaan dari panelis yang terdiri dari Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Rektor UPI Sunaryo Kartadinata, Rektor Unpar Robertus Wahyudi Triwekto, Rektor IPB Herry Suhardiyanto dan Rektor STAIN Cirebon Abdullah Ali.

TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG--Ibarat mesin diesel, debat calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) Jabar baru terasa memanas justru di debat terakhir yang digelar di Bandung Convention Center (BCC), Kota Bandung, Rabu (20/2) malam. Pada debat ketiga versi KPU Jabar ini para kandidat saling menyerang.

Sesi paling panas terjadi saat Cawagub dari PDIP Teten Masduki bertanya kepada Cagub Ahmad Heryawan (Aher). Teten menuding Ahmad Heryawan bermain dalam pengisian posisi direksi di Bank Jabar Banten. Tudingan ini langsung disangkal Heryawan.

Menurut Heryawan, ia sama sekali tidak ikut-ikutan urusan tersebut. Heryawan bahkan menyebutkan pengisian direksi justru atas rekomendasi Rheinald Khasali, pakar ekonomi Universitas Indonesia (UI) yang secara kebetulan menjadi panelis dalam debat tersebut.
"Anda (Teten) dapat informasi yang salah. Saya tidak ikut-ikutan urusan (pengisian direksi) itu," kata Aher.

Ketika jeda siaran pun, Aher bahkan harus mendatangi Teten untuk menjelaskan persoalan tersebut. Keduanya kemudian terlihat bersalaman.

Selain antara Teten dan Aher, debat panas juga terjadi antara pasangan Heryawan-Deddy Mizwar dengan Dede Yusuf-Lex Laksamana. Mizwar bahkan harus bertanya kepada Dede-Lex tentang budaya apa yang akan dikembangkan pasangan ini jika jadi pemimpin Jabar.

"Anda ini bisanya menyalahkan saja, curiga saja, budaya macam apa yang akan anda kembangkan," kata Mizwar.

Dede pun menjawab bahwa konsep yang akan dikembangkan pasangan ini adalah babarengan atau artinya bersama-sama membangun Jawa Barat.

Debat panas ini mulai terasa ketika sesi para kandidat saling bertanya satu sama lain. Bahkan di luar acara siaran televisi, para pendukung pasangan calon pun saling ejek satu sama lain.

Menurut Prof Dr Asep Warlan Yusuf, dosen Unpar yang menjadi panelis bersama Prof Dr Reinald Khasali, debat terakhir tidak menyentuh subtansi persoalan. Apalagi mampu menyampaikan visi misi calon. "Ini seperti cerdas cermat, tidak menyentuh subtansi. Hanya hiburan saja," kata Asep.

Mengenai saling serang antarkandidat, menurut Asep itu hal biasa dan wajar. Yang penting kata Asep, tidak menyerang pribadi. Sepanjang menyerang kebijakan kata Asep, hal itu tidak masalah.

Adapun Rheinald Khasali berpendapat, debat ini cukup variatif dan berwarna. Sebab latar belakang para kandidat bervariasi. Ada artis, aktivis antikorupsi, birokrat, dan politisi.

"Saya kira cukup bagus, lebih berwarna. Namun untuk menyampaikan visi misi dalam durasi waktu sependek itu memang tidak mungkin," kata Rheinald.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1465702 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • mas lionel-Jumat, 22 Februari 2013 Laporkan
    BALIHO dan iklan TV si Aher itu duit dari mana yah??? Dari qouta daging sapi??? Dari Bank Jabar???
  • Taufik Rahmat-Kamis, 21 Februari 2013 Laporkan
    Seharusnya para CAGUB dan CAWAGUB Jabar bicara solusi: tingginya kasus aborsi yang dilakukan oleh anak remaja, tingginya kasus penjualan balita dan anak, tingginya kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak remaja, tingginya kasus Kekerasan Dalam Rum
  • Yunita Ana-Kamis, 21 Februari 2013 Laporkan
    "Anda ini bisanya menyalahkan saja, curiga saja, budaya macam apa yang akan anda kembangkan," kata Mizwar. MEMANG BUNG DEDI, SEKALIBER DEDE YUSUF AJA KERJAANYA HANYA MENYALAHKAN AJA. PILIH NO 4 DIJAMIN GAK NYESEL.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas