• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribunnews.com

Tersangka Kasus Korupsi BKP3 Berau Ditahan

Kamis, 21 Februari 2013 22:04 WIB
Tersangka Kasus Korupsi BKP3 Berau Ditahan
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM TANJUNG REDEB– Kejaksaan Negeri Tanjung Redeb, Kabupaten Berau mengeluarkan surat perintah penahanan kepada Iwan Setyawan, tersangka dugaan kasus korupsi di Badan Pertahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Berau, Kamis (21/2/2013).

Iwan Setyawan menjabat sebagai bendahara di BKP3 Berau mulai ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan bulan Oktober 2012 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Redeb, Rudi Hartawan Manurung SH MH mengatakan, surat perintah penahanan tersebut dikeluarkan untuk proses penyidikan terhadap tersangka. “Penahahan tersangka ini dilakukan selama 20 hari, sesuai ketentuan dalam proses penyidikan,” kata Rudy saat ditemui di ruang kerjanya.

“Setelah 20 hari penahanan nanti tim penyidik akan melihat apakah perlu atau tidak memperpanjang masa penahanan, jika diperlukan maka akan diajukan permohonan perpanjangan 40 hari kepada Jaksa penuntut umum karena sesuai aturan penahanan bisa 60 hari,” katanya lagi.

Alasan penahanan tersangka, menurut Rudy berdasarkan dua kategori, yakni alasan objektif dan subjektif. “Alasan objektif karena menurut Kasi Pidsus, tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengulang tindak pidana yang sama dan antisipasi tersangka menghilangkan barang bukti,” ungkapnya.

Sedangkan alasan subjektif, kata Kajari, juga berdasarkan laporan penyidik, tersangka dinilai tidak kooperatif. Selain itu, penahanan tersangka diharapkan dapat mengoptimalkan proses penyidikan lanjutan.

Kajari juga mengintruksikan kepada tim penyidik untuk segera menyelesaikan proses penyidikan dan berkas perkara serta melimpahkan kasus ini kepada jaksa penuntut umum, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Seperti diketahui, Iwan Setyawan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBD Berau tahun 2011 senilai Rp 546.000.000.

Dijelaskan Rudi, dugaan terjadinya tindak pidana korupsi terhadap dana Silpa tersebut, telah melalui proses penyelidikan panjang, ditemukan beberapa bukti dan indikasi yang merugikan negara sehingga ditingkatkan menjadi penyidikan.

Kasus ini terungkap setelah sisa lebih penggunaan anggaran yang seharusnya disetorkan ke kas daerah, tanggal 31 Desember 2011, namun tidak dilakukan.Oknum-oknum tertentu diduga sengaja menahan dana tersebut dan membuat laporan pertanggungjawaban seakan-akan dana ratusan juta itu digunakan di tahun anggaran berjalan.

Dari hasil penyelidikan itu, Kejaksanaan telah memanggil beberapa orang terkait untuk dimintai keterangan. Saat dilakukan penyelidikan, Iwan Setyawan langsung mengembalikan dana tersebut ke kas daerah.

Namun besaran dana yang dikembalikan hanya Rp 52 juta. Sehingga kejaksaan menemukan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp 495 juta. “Soal dana yang dikembalikan itu tidak akan mempengaruhi proses hukum, tapi bisa dijadikan pertimbangan untuk meringankan tersangka dalam dakwaannya di pengadilan nanti,” ujar Rudy.

Dalam proses penyelidikan, Kejari telah memeriksa 9 orang saksi, namun hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. “Tapi bisa saja dalam proses penyidikan maupun fakta ddalam persidangan mengungkap tersangka lain yang ikut terlibat dalam kasus korupsi ini,” imbuhnya.

Pihak Kejari mengaku telah menerima hasil audit BPKP. Kajari memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap BPKP yang menyampaikan hasil audit lebih cepat dari biasanya. “Hanya satu bulan setelah kita layangkan permohonan BPKP langsung memberikan hasilnya.

Selaku institusi yang berkompeten dalam melakukan audit, BPKP sangat membantu proses penyelesaian kasus ini. “Biasanya bisa sampai 2 atau 3 bulan, tapi ini cepat, kami apresiasi setinggi-tingginya.

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1469982 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas