Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Layanan di Stasiun Tawang Dialihkan ke Poncol

Sabtu, 23 Februari 2013 12:41 WIB

Layanan di Stasiun Tawang Dialihkan ke Poncol
Tribun Lampung/Perdiansyah
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV mengalihkan pelayanan penumpang kereta api (KA) dari Stasiun Tawang ke Stasiun Poncol Semarang akibat tergenang banjir.

"Pelayanan penumpang KA dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Tawang sementara ini memang kami alihkan ke Stasiun Poncol, Semarang," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV, Surono, di Semarang, Sabtu (23/2/2013).

Berdasarkan pantauan, banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Jumat (22/2/2013) malam, telah menggenangi Stasiun Tawang dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter, termasuk di ruang tunggu penumpang.

Bahkan, kursi di ruang tunggu Stasiun Tawang Semarang juga tergenang, meski beberapa penumpang tetap terlihat nekat menerobos genangan banjir menunggu di perlintasan KA stasiun yang sudah ditinggikan.

Surono mengakui perlintasan rel di Stasiun Tawang Semarang memang sudah ditinggikan sehingga tak terpengaruh banjir. Tetapi, ruang tunggu penumpang dan perkantoran posisinya lebih rendah sehingga tergenang air.

"Kalau KA tetap bisa lewat Stasiun Tawang karena trek sudah tinggi. Namun, penumpang yang susah masuk karena ruang tunggu tergenang. Karena itu, penumpang yang berangkat bisa naik dari Stasiun Poncol," katanya.

Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Jumat (22/2/2013) mengakibatkan beberapa kawasan di kota tersebut tergenang air, antara lain Pasar Johar, Kota Lama, dan sejumlah ruas jalan.

Banjir juga menggenangi perlintasan KA, tepatnya KM 0-600 antara Stasiun Tawang-Stasiun Alastua Semarang dengan ketinggian mencapai 12 sentimeter di atas rel sehingga perjalanan KA menjadi terhambat.

Setidaknya, ada puluhan KA yang tertunda perjalanannya akibat banjir, yakni 13 KA penumpang dan delapan KA barang dari arah Barat, serta empat KA penumpang dan delapan KA barang dari arah Timur menuju Semarang.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas