Sabtu, 28 Februari 2015
Tribunnews.com

Ratusan Pedagang Demo Bupati Ngada

Senin, 25 Februari 2013 18:43 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

TRIBUNNEWS.COM, BAJAWA - Ratusan pedagang kecil yang terdiri dari kaum ibu (mamalele) menolak rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada memindahkan semua pedagang sembako dan pedagang ikan atau pedagang non tekstil dari Pasar Inpres Bajawa ke Pasar Bobou.

Penolakan itu disampaikan saat melakukan aksi demo di Kantor Bupati Ngada, Senin (25/2/2013). Para pedagang menilai Pasar Bobou belum layak difungsikan.

Pantauan Pos Kupang, para pedagang yang terdiri dari pedagang sembako dan pedagang ikan basah sebelum menuju Kantor Bupati Ngada, terlebih dahulu berkumpul di Pasar Inpres Bajawa sekitar pukul 08.00 Wita.

Beberapa menit kemudian mereka terus berjalan menuju Kantor Bupati Ngada dibawa kawalan aparat keamanan dari Polres Ngada. Setibanya di halaman Kantor Bupati Ngada, mereka diterima Bupati Ngada, Marianus Sae; Wakil Bupati Ngada, Paulus Soliwoa; Sekda Ngada, Drs. Meda Moses; Wakil Ketua DPRD Ngada, Paulinus No Watu, S.Sos; Anggota DPRD Ngada, Serilus Pati Wuli; dan Kapolres Ngada, AKBP Daniel Yudo Ruhoro.

Ratusan pedagang tersebut datang dengan memakai selebaran kain putih yang diikat di kepala dan membawa spanduk bertuliskan: "Pasar pindah rakyat melarat dan kami butuh keadilan."

Di hadapan Bupati Ngada, salah satu perwakilan para pendemo, Deta Wona menyampaikan beberapa alasan, antara lain Pasar Bobou dinilai belum layak digunakan karena akses jalan masuk dan keluar hanya satu jalur.

Halaman123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas