• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

28 Kasus Perceraian di Nunukan Selama Dua Bulan

Selasa, 26 Februari 2013 14:59 WIB
28 Kasus Perceraian di Nunukan Selama Dua Bulan
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Hanya dalam waktu dua bulan sejak Januari hingga Februari ini, Kantor Pengadilan Agama Nunukan telah menangani 28 kasus perceraian. Tahun lalu, selama setahun Pengadilan Agama Nunukan menangani 207 kasus perceraian.

Dari sekian banyak kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Nunukan, mayoritas gugatan cerai dilayangkan pihak istri.

Terkait kasus perceraian tersebut, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nunukan Imam Mochtar mengatakan, pihaknya terus berupaya menekan angka perceraian di Kabupaten Nunukan. Karena itu, koordinasi dengan Kantor Pengadilan Agama perlu terus dilakukan.

"Tugas kita semua, kami sebagai Kementerian Agama berusaha untuk menekan. Tapi terkait dengan perceraian, itu dilandasi dari rumah tangga yang bersangkutan. Pengaruh-pengaruh yang bisa bercerai itulah yang perlu diadakan pencermatan. Dan yang tahu itu dari Pengadilan Agama," ujarnya.

Selanjutnya dilakukan kalkulasi terhadap penyebab terjadinya perceraian itu.

"Memang kita selalu harus berkoordinasi dengan Pengadilan Agama. Perceraian ini karena apa? Apakah karena istri menggugat atau suami yang menggugat cerai? Kadang-kadang di daerah lain itu, istri banyak menggugat cerai. Tentu itu semuanya dicari solusinya,” ujarnya.

Setelah mengetahui penyebab terjadinya perceraian, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya diantaranya penyuluhan tentang keluarga sakinah yang disampaikan lewat ceramah di masjid-masjid.

"Kita bisa memberikan masukan kepada para dai, ustad dan tokoh agama agar diuraikan bagaimana hidup dengan keluarga sakinah," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1487541 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas